Kamis 09 Nov 2017 10:13 WIB

Pemkot Mataram Siapkan Santri Pawai Munas Ulama

Para santri sedang berkumpul (Ilustrasi)
Foto: PERISAI.NET
Para santri sedang berkumpul (Ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, MATARAM -- Pemerintah Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, telah menyiapkan ribuan santri dan pelajar di kota ini untuk mengikuti pawai taaruf menyambut Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama yang akan berlangsung 22-25 November 2017.

"Santri dan pelajar yang kami siapkan sebanyak 10.000 orang, terdiri atas 5.000 santri dari madrasah dan pondok pesantren serta 5.000 pelajar dari sekolah umum," kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram H Sudenom di Mataram, Kamis (9/11).

Ia mengatakan, ribuan santri dan pelajar dari Kota Mataram ini akan bergabung dengan ratusan perwakilan santri se-Pulau Lombok dalam pawai taaruf yang dilaksanakan pada 22 November 2017. Kegiatan pawai taaruf menjadi agenda pembuka Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama (NU).

Dikatakan, pawai taaruf ini dimulai dari halaman Masjid Hubbul Wathan Islamic Center, menuju ke depan Taman Sangkareang Mataram. Sepajang jalan dan hingga di lokasi akhir peserta parai taaruf akan menggemakan selawat badar.

"Pawai taaruf sambil membaca selawat badar itu akan memecahkan museum rekor Indonesia yang rencananya diserahkan pada malam harinya atau saat jamuan makan makan malam di pendopo wali kota," ujarnya.

Karenanya, untuk menyeragamkan pembacaan selawat badar saat pawai taaruf, ribuan santri dan pelajar sudah dibekali dengan teks salawat badar, dan disarankan berlatih sebelum pawai taaruf berlangsung.

"Dalam pawai taaruf peserta disarankan menggunakan pakaian putih agar terlihat lebih rapi, bersih dan bernuansa religius," ujarnya.

Ketua Panitia Regional Munas-Konbes NU Lalu Winengan sebelumnya mengatakan, kegiatan munas-konbes akan dipusatkan pelaksanaannya di Islamic Center Mataram. Selain itu, juga berlangsung di beberapa lokasi tambahan, seperti di Pondok Pesantren Darul Falah Pagutan, Pondok Pesantren Nurul Islam Sekarbela, Pondok Pesantren Darul Hikmah Karang Genteng, dan Sektretariat Utama NU NTB.

"Acara direncanakan dihadiri oleh Presiden RI Joko Widodo, beberapa orang menteri, ribuan ulama dan cendekiawan muslim, bahkan organisasi ulama dari 35 negara," katanya.

Selain menggelar kegiatan religi, kegiatan Munas Alim Ulama juga dirangkaikan dengan bazar dan pasar rakyat di beberapa titik lokasi. Menurutnya, terpilihnya NTB sebagai tempat penyelenggaraan Munas-Konbes NU bukan tanpa alasan. Menurut Winengan, pada saat penentuan lokasi ada sembilan provinsi yang meminta NTB sebagai tempat penyelenggaraan munas.

"Terlebih lagi NTB memiliki penduduk dengan jumlah nahdliyin cukup besar, mencapai sekitar 65 persen dari keseluruhan penduduk NTB," katanya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement