REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Setiap masjid yang tersebar di seluruh penjuru bumi memiliki keunikan masing-masing. Keunikan tersebut dipengaruhi kebudayaan di masing-masing negara. Masjid Nasir al-Mulk di Iran, Misalnya.
Masjid ini memiliki interior dengan warna-warni yang mencolok. Tak heran, masjid ini memiliki julukan "masjid pink" atau "masjid pelangi", atau "masjid kaleidoskop".
Tampak luar, masjid ini terlihat seperti masjid pada umumnya, dengan kubah dan menara yang menjulang tinggi khas Timur Tengah dan arsitektur bagian luar yang didominasi oleh batu bata yang dihiasi dengan ornament warna biru. Tetapi bagian dalam masjid yang sangat menakjubkan membuat masjid ini terkenal dengan kecantikannya.
Seprti yang dilansir dari MuslimHeritage, Rabu (11/10), masjid ini dibangun salah satu penguasa Dinasti Qajar, Mirza Hasan 'Ali Nasir al-Mulk. Dibutuhkan 12 tahun untuk menyelesaikannya dan selesai pada tahun 1888. Interiornya mengungkapkan karya desain yang megah dengan warna-warna yang menakjubkan.
Perancang dari masjid ini adalah Muhammad Hasan-e-Memar dan Muhammad Reza Kashi Paz-e-Shirazi. Mereka menggunakan kaca patri yang luas pada façade dan elemen tradisional lainnya seperti panj kāseh-i (lima cekungan) yang terlihat pada langit-langit interior masjid. Cekungan ini memiliki filosofi rukun Islam, dan menjadi desain yang umum digunakan pada masjid-masjid tradisional di Iran.
Ada hal yang sangat menakjubkan untuk dilihat saat cahaya matahari menyentuh kaca patri, yaitu masjid akan dipenuhi oleh warna-warna pelangi yang sangat indah. Cahaya tersebut akan menghiasi seluruh bagian dalam masjid.
Seluruh bangunan masjid yang di dominasi oleh ubin-ubin dan batu yang didisain sedemiakian rupa. Tiang-tiang berdiri kokoh sejajar dengan jendela kaca patri. Dan kaca patri warna-warni yang menghiasinya setiap bagian masjid menambah keindahan masjid cantik ini.
Mungkin jika melihat secara langsung, masjid ini terlihat seperti di dunia lain yang sangat cantik, dengan cahaya-cahaya pelangi yang menemaninya.




