Rabu 11 Oct 2017 09:49 WIB

Kiai Ma'ruf: Korupsi Ini Penyakit Laten

Rep: Muhyiddin/ Red: Esthi Maharani
Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma'aruf Amin
Foto: ROL/Havid Al Vizki
Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma'aruf Amin

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Prof KH Ma'ruf Amin mengatakan korupsi telah menjadi ancaman yang membahayakan bagi bangsa. Jika korupsi tidak diberantas, menurut dia, maka akan menimbulkan kegaduhan.

"Ancaman yang juga menjadi kajian kita akan tetap menimbulkan kegaduhan kalau korupsi tidak diberantas. Korupsi ini penyakit laten yang sekarang sudah dilakukan secara jamaah," ujarnya saat memberikan Tausyiah Kebangsaan di Gedung PBNU, Jakarta Pusat belum lama ini.

Ia menuturkan, salah satu korupsi yang dilakukan secara berjamaah saat ini adalah seperti kasus KTP Elektronik yang salah satunya duga dilakukan oleh Ketua DPR RI, Setya Novanto.

"Kan berjamaah sekarang. E-KTP itu berjamaah ternyata itu. Tapi tidak mudah menangkap koruptor itu ternyata. Tapi tidak mudah ternyata menangkap koruptor itu," ucapnya.

Menurut dia, koruptor yang selama ini di tangkap sebenarnya hanya kelas teri saja. Sementara, lanjut dia, koruptor yang mencuri uang negara sebesar triliun masih dibiarkan berkeliaran.

"Yang bisa tertangkap itu yang apes saja. Kadang-kadang yang kecil-kecil yang ketangkap, yang hanya Rp 100 juta Rp 200 juta, dan Rp 300 juta. Tapi yang miliaran bahkan triliunan itu gak ketangkap-tangkap," kata dia.

Karena itu, Rais Am PBNU ini berharap agar kader-kader kiai NU juga selalu berupaya untuk menghilangkan korupsi di Indonesia. "Ini kita memang harus ada upaya kita di dalam menghilangkan korupsi itu. Pertama mengedukasi masyarakat sejak dini untuk tidak melakukan korupsi. Korupsi itu kan ngambil harta tidak sah, ya tidak boleh. Jangankan korupsi, kita ambil harta orang tanpa adanya imbalan itu sudah gak boleh," jelasnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement