Saturday, 11 Sya'ban 1441 / 04 April 2020

Saturday, 11 Sya'ban 1441 / 04 April 2020

Agama Modal Membangun Negeri

Sabtu 07 Oct 2017 22:38 WIB

Rep: Muhammad Nursyamsyi/ Red: Esthi Maharani

Gubernur NTB TGH Muhammad Zainul Majdi

Gubernur NTB TGH Muhammad Zainul Majdi

Foto: Republika/Prayogi

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) TGH Muhammad Zainul Majdi mengatakan agama dan nilai-nilai religiusitas yang dimiliki masyarakat Indonesia merupakan modal utama dan kekuatan terbesar dalam membangun negeri. Pria yang dikenal dengan sebutan Tuan Guru Bajang (TGB) ini menguraikan bahwa masyarakat Indonesia adalah manusia yang beragama dan religius.

"Nilai-nilai agama dijadikan para orang tua atau founding father sebagai modal paling istimewa membangun bangsa. Ketuhanan Yang Maha Esa mencerminkan kesadaran kita bahwa kita adalah manusia beragama," ujar TGB di Sekolah Tinggi Kulliyatul Qur'an Al-Hikam (STKQ AL-HIKAM) Depok, Jawa Barat, Sabtu (7/10).

TGB menilai, Pancasila dan UUD 1945 merupakan dasar dan pedoman dalam mengatur hubungan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara yang mencerminkan sejak awal adanya kesadaran bersama bahwa masyarakat Indonesia ialah mahluk Allah.

Sebelum menyampaikan orasi ilmiah, TGB menyempatkan diri ziarah kubur ke makam Kyai Haji Hasyim Muzadi, ulama kharismatik Nahdatul Ulama (NU). TGB mengakui sangat kagum dan terinspirasi dengan pemikiran dan ketokohan almarhum semasa hidupnya. KH Hasyim Muzadi juga yang mendorong TGB untuk maju dalam periode kedua sebagai Gubernur NTB.

TGB mengungkapkan KH Hasyim Muzzadi, sosok ulama yang memiliki obsesi dan menaruh harapan besar untuk meneruskan cita-cita dalam membangun bangsa, di atas pondasi nilai-nilai masyarakat yang religius.

"Ketuhanan Yang Maha Esa sebagai sila pertama dalam Pancasila sebagai dasar negara mencerminkan kesadaran kita bahwa kita adalah manusia beragama," kata TGB menambahkan.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA