Wednesday, 23 Rabiul Awwal 1441 / 20 November 2019

Wednesday, 23 Rabiul Awwal 1441 / 20 November 2019

Ponpes Al Mutazam Salurkan Bantuan Peduli Rohingya ke PKPU

Kamis 21 Sep 2017 19:06 WIB

Red: Gita Amanda

Ponpes Al Mutazam memberikan bantuan untuk Rohingya melalui PKPU Human Initiative.

Ponpes Al Mutazam memberikan bantuan untuk Rohingya melalui PKPU Human Initiative.

Foto: PKPU

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepedulian tragedi kemanusiaan secara umum dan ikatan iman secara khusus yang terjadi pada etnis Rohingya di Myanmar, membuat Pondok Pesantren Terpadu Al Mutazam Kuningan peduli dan menyalurkan bantuan. Donasi disalurkan melalui PKPU Human Initiative.

Donasi sebesar Rp 75 juta ini berasal dari santri SMP, SMA, Tahfidz Alquran serta seluruh SDM Pondok Pesantren Terpadu AlMultazam 1 dan 2. Adapun Donasi dari TKIT dan SDIT disalurkan melalui BSMI.

“Donasi yang kami salurkan melalui PKPU Human Initiative merupakan panggilan hati nurani memperhatikan kondisi saudara kami sekarang ini yang sedang sangat membutuhkan bantuan,” kata Mudir atau Pimpinan Pondok Pesantren Terpadu Al Multazam KH. Adin Nurhaedin,Lc, saat menyerahkan bantuan di kantor pusat PKPU Human Initiative Jakarta.
 
KH Adin Nur berharap donasi tersebut bisa sampai ke masyarakat Rohingya dan dirinya yakin serta percaya PKPU bisa mengemban amanah ini.

“Semoga donasi ini semoga bisa meringankan beban penderitaan serta bermanfaat untuk kehidupan mereka di sana yang serba kesulitan,” katanya.

Pondok Pesantren Terpadu Al Multazam berada di Desa Manis Kidul, Jalaksana, Kuningan, Jawa Barat. Sebagai Mudir Pondok Pesantren Terpadu KH Adin membawahi bagian SMP, SMA, pembinaan putra, pembinaan putri, bagian bahasa, bagian Tahfidz Alquran dan sekolah Tahfidz Alquran.

Hadir penerima kunjungan dan donasi dari PKPU Human Initiative adalah Direktur Keuangan Edi Nursantio, Manager CSR dan Retail A'an Suherlan dan Manager SDM Eriman Muslim.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA