Kamis 07 Sep 2017 22:51 WIB

Pembangunan Masjid Touba Sempat Tertunda

Rep: Amri Amrullah/ Red: Agung Sasongko
Masjid Raya Touba, Senegal
Foto: Wikipedia
Masjid Raya Touba, Senegal

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Masjid Touba didirikan pada awal abad ke-20 oleh ulama sufi lokal, yang juga dikenal pendiri Kota Touba, Sheikh Ahmadou Bamba Mbàkke. Ia dikenal sebagai pendiri salah satu kelompok sufi dan spiritual Islam, Mouride.

Sosoknya sangat terkenal dan dihormati di kalangan masyarakat Muslim Senegal dan kawasan Afrika barat. Ia juga dikenal sebagai motor penggerak perlawanan Muslim Senegal dan Masjid Touba merupakan bagian dari pergerakan Muslim Senegal atas kolonial Prancis.

Upaya Prancis mempertahankan wilayah jajahannya membuat pihak kolonial memberikan kesepakatan membolehkan aktivitas spiritual Sheikh Ahmadou Bamba usai penyiksaan dan pengasingannya. Setelah kompromi politik tersebut, Sheikh Ahmadou kemudian mengembangkan basis kekuatannya menjadi sebuah Kota Touba untuk aktivitas spiritualnya dan Masjid Touba sebagai pusat aktivitas dan ibadah.

Konstruksi masjid dimulai pada 1930-an, sempat tertunda penyelesaian akibat Perang Dunia II

Pengerjaan masjid ini kembali dilakukan hingga selesai pada 1963.

Sejak selesai pengerjaannya, masjid terus mengalami perluasan dan renovasi. Di antaranya pada 1980-an penambahan ruang shalat dan terakhir rancangan arsitektur masjid ini disempurnakan oleh seorang arsitek Jepang, Tashiko Mori, pada 1990-an dengan penyempurnaan interior marmer.

Penyempurnaan ini dilakukan seiring berkembang pesatnya Kota Touba, menuntut perluasan halaman masjid untuk menampung kapasitas jamaah. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement