Selasa 05 Sep 2017 04:31 WIB

Rezim Komunis Hancurkan Masjid Raya Minsk

Rep: Hasanul Rizqa/ Red: Agung Sasongko
Masjid Raya Minsk
Foto: Belsat.eu
Masjid Raya Minsk

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --  Situasi berubah drastis begitu Rusia jatuh ke tangan komunis pada 1917. Lima tahun kemudian, Belarusia menjadi bagian resmi dari Uni Soviet. Sejak saat itu, kebijakan Moskow yang merepresi agama-agama ikut dialami umat Islam Belarusia.

Banyak rumah ibadah, baik itu milik Muslim maupun Kristiani, yang diabaikan. Bahkan, tidak sedikit yang diambil alih Uni Soviet untuk kemudian diubah menjadi, umpamanya, kolam renang atau kandang ternak. Sekitar tahun 1960-an, penguasa Komunis menghancurkan Masjid Raya Minsk untuk mendirikan sebuah hotel.

Untungnya, dokumentasi sejarah Belarusia terpelihara cukup baik sehingga keberadaan masjid bersejarah itu tidak terlupakan. Dari gambar-gambar yang kini tersimpan di museum nasional Belarusia, tampak bangunan Masjid Raya Minsk versi lama. Beberapa foto hitam-putih menunjukkan, bangunan rumah ibadah tersebut berdiri di atas lahan yang cukup lapang. Ter dapat pagar dari bahan kayu yang menge lilinginya.

Masjid itu memiliki menara setinggi kira-kira 10 meter. Kubahnya berbentuk kuncup dengan simbol bulan sabit pada pucuknya. Kini, situasinya lebih baik. Memasuki abad ke-21, komunitas Muslim Belarusia yang berjumlah hampir 100 ribu jiwa boleh berbesar hati. Sebab, Masjid Raya Minsk kembali dibangun serta mengalami restorasi pada 2014.

Ini merupakan wujud kerja sama Pemerintah Belarusia dengan Pemerintah Turki melalui Yayasan Dinayet. Masjid Raya Minsk yang baru berdiri terletak di dekat persimpangan antara jalan raya Ignatenko dan Griboyedov. Lahan tersebut merupakan bekas kawasan permakaman Muslim Tatar. Sebagai informasi, Tatar memiliki populasi terbesar dari 32 suku bangsa Muslim yang mendiami Belarusia. Suku Tatar pula yang pertama kali membawa Islam ke Belarusia pada abad ke-14.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement