Kamis 29 Jun 2017 05:16 WIB

Dialog GNPF-MUI dengan Presiden Berikan Ketenangan Umat

Rep: Singgih Wiryono/ Red: Agus Yulianto
Presiden Joko Widodo (ketiga kanan) didampingi Menkopolhukam Wiranto (ketiga kanan), Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin (kedua kanan) dan Mensesneg Pratikno (kanan) menerima pimpinan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI) di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (25/6).
Foto: Antara/Puspa Perwitasari
Presiden Joko Widodo (ketiga kanan) didampingi Menkopolhukam Wiranto (ketiga kanan), Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin (kedua kanan) dan Mensesneg Pratikno (kanan) menerima pimpinan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI) di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (25/6).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sekertaris Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia, Fahmi Salim mengatakan, dialog yang terjadi antara GNPF-MUI dan Pemerintah berikan ketenangan pada umat Islam. Dialog tersebut, kata dia, merupakan tanda-tanda menuju perubahan ke arah positif.

"Saya melihat terbukanya pintu dialog antara pemerintah dalam hal ini langsung dengan RI 1, itu merupakan satu tanda-tanda yang positif ya," ujar dia saat dihubungi Republika.co.id, Rabu (28/6).

Tokoh Muhammadiyah tersebut mengatakan, pertemuan tersebut harus dimaknai secara kongkret, bahwa Presiden Joko Widodo dan GNPF-MUI mengambil langkah dialog untuk kependingan bersama. Fahmi mengatakan, dialog tersebut bisa menghapus stigma negatif yang dijatuhkan pada umat islam yang selama ini terkesan tersudutkan dan dizalimi. "Terutama pascapilkada DKI Jakarta," ucap dia.

Fahmi mengatakan, pertemuan antara GNPF-MUI dengan Presiden Jokowi bisa menjadi pelajaran untuk seluruh elemen masyarakat Indonesia, bahwa dialog merupakan cara yang baik untuk menyelesaikan suatu permasalahan. "Jadi ini harus menjadi pelajaran bagi semua elemen bangsa," ujar dia

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement