Rabu 17 May 2017 08:59 WIB

Kemenag Kembangkan Pengabdian untuk Moderasi Islam

Pelepasan KKN Mahasiswa IAIN Raden Fatah Palembang (Ilustrasi)
Foto: Republika/Maspril Aries
Pelepasan KKN Mahasiswa IAIN Raden Fatah Palembang (Ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Kementerian Agama akan mengembangkan pengabdian untuk moderasi Islam. Sebagai langkah awal, Kemenag saat ini sedang merumuskan panduan bersama pengabdian masyarakat.

Perumusan panduan dilakukan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M). Lembaga ini merupakan pelaksana program pengabdian kepada masyarakat di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI).

Mereka saat ini berkumpul di Surabaya untuk merumuskan panduan pelaksanaan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dan Kuliah Kerja Sosial (KKS, KKN). Kasubdit Penelitian dan Pengabdian Direktorat Pendidikan Tinggi Islam Muhammad Zain mengatakan, program kemitraan perguruan tinggi dengan masyarakat (PkM) didesain untuk mendukung visi Kementerian Agama di antaranya adalah moderasi Islam dan deradikalisasi.

Zain berharap, program PkM yang dituangkan dalam bentuk Kemitraan akan mengakhiri posisi menara gading perguruan tinggi. "Posisi PTKI memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang ajaran-ajaran agama yang biasanya bersifat doktrin bisa menjadi rasional, dan menyambungkan teori dengan implementasinya di tengah masyarakat," kata dia, Selasa (16/5). Dengan program pengabdian yang lebih membumi, harap Zain, tujuan moderasi Islam bisa tercapai.

Kasi Penelitian Anis Masykur menambahkan, target pertemuan ini adalah penuntasan panduan Pengabdian di PTKI dan Panduan KKN Nusantara. Menurutnya, panduan ini nantinya sekaligus menjadi penjelasan lanjutan dari PMA No. 55 Tahun 2014 tentang Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat di PTKI dan Keputusan Dirjen Pendis No. 3489 Tahun 2015 tentang Pedoman Pengabdian kepada Masyarakat.

Adapun terkait variasi pendekatan, hal itu disesuaikan dengan pengalaman pelaksanaan program pengabdian di PTKI. "Selama ini, di perguruan tinggi kami menggunakan model Asset Based Community Development dan Riset Aksi Partisipatoris," kata Dr Fathoni, Kepala LP2M UIN Sunan Ampel.

Adapula yang menamakan dengan Pengabdian Sisdimas. Sebagaimana disampaikan oleh Ramdani, Kepala P2M UIN Bandung. Keanekaragaman ini adalah kekayaan tersendiri dan jika dipertemukan akan melahirkan pendekatan khas PTKI dan Indonesia.

sumber : kemenag.go.id
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement