Wednesday, 24 Safar 1441 / 23 October 2019

Wednesday, 24 Safar 1441 / 23 October 2019

Menag Bicara Kasus Ahok

Selasa 16 May 2017 18:24 WIB

Rep: Muhyiddin/ Red: Ani Nursalikah

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin memberikan keterangan pers terkait pelunasan biaya penyelenggaraan ibadah hai (BPIH) reguler 1438H 2017 di Kementerian Agama, Jakarta, Jumat (7/4).

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin memberikan keterangan pers terkait pelunasan biaya penyelenggaraan ibadah hai (BPIH) reguler 1438H 2017 di Kementerian Agama, Jakarta, Jumat (7/4).

Foto: Republika/ Wihdan

REPUBLIKA.CO.ID, PANGKAL PINANG -- Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin berdialog dengan sejumlah tokoh agama di Hotel Novotel, Pangkal Pinang, Provinsi Bangka Belitung, Selasa (16/5). Dalam acara tersebut tokoh agama yang hadir sempat menyinggung kasus penistaan agama yang ramai diperbincangkan di Jakarta.

Karena itu, terpaksa Lukman mengungkapkan pandangannya terkait kasus dengan terpidana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang terjadi di Ibu Kota tersebut.

"Kasus Jakarta tadi yang ditanyakan. Ini kan belum selesai, belum final putusannya. Karena pihak Pak Ahok masih banding, ya kita tunggu saja proses peradilan tinggi berikutnya," ujarnya saat menjadi pembicara dalam dialog tersebut di Novotel, Pangkal Pinang, Bangka Belitung, Selasa (16/5).

Lukman pun mengimbau kepada masyarakat yang senang dengan keputusan vonis majelis hakim beberapa waktu lalu untuk tidak terlalu senang. Begitu juga dengan para pendukung Ahok agar tidak terus-menerus melakukan aksi bakar lilin.

"Yang senang dengan keputusan ini jangan terlalu berlebihan mengungkapkan kesenangannya, kegembirannya. Sebaliknya yang sedih, yang kecewa juga tidak perlu larut dengan kekecewannya apalagi sampai mengerahkan masa sampai berhari-hari," ucapnya.

Menurut Lukman, kedua belah pihak harus sama-sama menahan diri dan menyerahkan kepada proses hukum. Apa pun hasilnya nanti, kata dia, kedua belah pihak juga harus terikat dengan kesepakatan untuk menyerahkan kepada hukum tersebut.

"Maka tidak ada pilihan kita harus taati dan hormati apapun leputusan hukuman itu. Jadi itu pandangan saya," kata Alumnus Pondok Pesantren Gontor tersebut.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA