Selasa 18 Apr 2017 11:51 WIB

Belum Ada Pergerakan Massa Tamasya Al Maidah dari Bekasi

Rep: Aziza Fanny Larasati/ Red: Agus Yulianto
Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (kiri) didampingi Djarot Saiful Hidayat (kedua kiri) dan pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kedua kanan) dan Sandiaga Uno (kanan) (Ilustrasi)
Foto: Antara/M Agung Rajasa
Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (kiri) didampingi Djarot Saiful Hidayat (kedua kiri) dan pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kedua kanan) dan Sandiaga Uno (kanan) (Ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, BEKASI -- Tamasya Al Maidah rencananya akan dilakukan oleh Umat Islam dari luar Jakarta untuk ikut mengawasi jalannya Pemilihan Gubernur DKI Jakarta. Beberapa warga di Bekasi pun diprediksi akan mengikuti Tamasya Al Maidah di TPS-TPS di Jakarta ini.

Hal tersebut dikonfirmasi oleh Ketua Front Pembela Islam (FPI) Kabupaten Bekasi Ustaz H Aang Khunaifi. Menurutnya, informasi rencana Tamasya Al Maidah sudah menyebar ke umat Islam di Bekasi.

“Insya Allah akan ada massa dari Bekasi yang berangkat ke Jakarta untuk Tamasya Al Maidah, tapi tidak dikoordinasi. Hanya relawan dari pribadi Muslim masing-masing,” ujar Ustaz Aang kepada Republika.co.id, pada Selasa (18/4).

Namun begitu, dia belum dapat mengetahui jumlah umat Islam Bekasi yang akan ikut mengawasi di TPS-TPS saat pemungutan suara tersebut. “Untuk jumlah yang akan berangkat saya kurang tahu,” ujarnya.

Ketua Forum DKM Bekasi Ustaz Syahiddin mengatakan, bahwa hingga saat ini belum ada pergerakan massa dari Bekasi menuju Jakarta. “Belum ada pemberangkatan massa untuk melakukan Tamasya Al Maidah dari Bekasi ke Jakarta,” ujarnya.

Hal ini juga dikonfirmasi oleh Kasubag Humas Polres Metro Bekasi Kota Kompol Erna Ruswing Andari. “Sampai saat ini belum ada pergerakan, dan belum ada pengamanan dari pihak kepolisian,” ujarnya.

Namun, dia mengatakan, pihak kepolisian akan mengerahkan 750 personelnya untuk melakukan pengawasan Pilkada DKI tanggal 19 April besok. “Polisi kita 750 personel saat ini sedang apel pilkada di Ancol. Untuk besok melakukan pengamanan di TPS-TPS di Jakarta Pusat dan Jakarta Timur,” ujar Erna.

Dia mengatakan, bahwa dalam satu TPS nantinya akan terdapat perwakilan satu polisi, satu TNI, dan lima personel Linmas. “Pengamanan Pilkada dari pihak Kepolisian Bekasi nanti akan terfokus di Jakarta,” ujarnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement