REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dalam pengukuran teknis Masjid Raya Manisa, kedua ruangan itu memiliki luas 33 meter x 36,5 meter. Masing-masing bagian memiliki 28 bay (bagian dari bangunan yang terbentuk dari bagian vertikal dari bangunan seperti tiang atau kolom). Sebanyak 7 bay di antaranya memiliki jarak yang lebar, sedangkan 6 bay lainnya memiliki jaraknya yang agak sempit.
Pada dua bagian masjid itu, sebanyak 9 bay dibiarkan tanpa langit-langit, di bagian halaman tempat itu dijadikan ruangan terbuka dengan air mancur, sedangkan pada ruang shalat, bagian itu ditutup dengan kubah. Kubah itu memiliki diameter sebesar 11 meter dan diletakkan di atas pada tatakan dengan bentuk segi delapan. Kubah utama itu ditopang oleh enam pilar besar dan berat.
Untuk masuk ke halaman masjid yang dilengkapi dengan air mancur itu, pengunjung bisa menggunakan dua pintu besar. Pertama berada di bagian utara dan yang kedua berada di bagian timur. Pintu bagian utara sejajar dengan air mancur berbentuk segi delapan, ruangan shalat, dan mihrab.
Bingkai pintu yang melengkung pada bagian atasnya itu dibuat menonjol seolah-olah menjadi semacam ceruk pada bagian lengkungnya seolah membentuk atap. Di depan pintu, dibuat enam anak tangga. Sebuah menara jam dengan empat kolom yang dibangun pada awal abad XVII dapat ditemukan pada sudut bagian barat dari pintu masjid.
Pintu yang berada di sisi Timur masjid dibangun dengan model ceruk segi empat. Ketika membuka pintu tersebut, tampak sejajar dengannya adalah halaman madrasah. Halaman masjid memiliki lima jendela berbentuk segi empat pada bagian utara dan tiga jendela lagi menghadap ke timur.




