Selasa 14 Feb 2017 19:04 WIB

Dubes Uni Eropa: Muhammadiyah Pegang Teguh Asas Demokrasi dan Pancasila

Rep: Fuji EP/ Red: Teguh Firmansyah
Duta besar negara di Uni Eropa diterima oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jakarta, Selasa (14/2).
Foto: Republika/ Wihdan
Duta besar negara di Uni Eropa diterima oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jakarta, Selasa (14/2).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Duta Besar (Dubes) Uni Eropa untuk Indonesia Vincent Guerent bersama dubes dari 23 negara yang tergabung dalam Uni Eropa berkunjung ke Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah di Jakarta pada Selasa (14/2) sore. Kunjungan mereka dalam rangka diskusi dengan Muhammadiyah untuk membahas kondisi Indonesia dan hal-hal yang berkaitan dengan Islam.

Vincent mengatakan, pertemuan dubes dari Uni Eropa dengan Muhammadiyah sangat penting. Terutama untuk membentuk kesepakatan antara komunitas-komunitas di Indonesia. Hal ini juga sangat penting untuk kelancaran moderasi, pluralisme, dan demokrasi. "Dan saya sangat senang ketika mendengar kalau Muhammadiyah, organisasi Islam yang sudah lama berdiri," kata Vincent kepada Republika.co.id, Selasa.

Ia menjelaskan, Muhammadiyah memegang teguh asas demokrasi Indonesia dan Pancasila. Dubes yang tergabung dalam Uni Eropa mendukung segala bentuk dan upaya Muhammadiyah. "Dalam menjaga pluralisme, demokrasi Indonesia dan kultur beragama," ujarnya.

Mengenai isu tentang Islamfobia di negara-negara Eropa, ia menjelaskan, faktanya sebagian besar komunitas Muslim di sama seperti di Indonesia. Muslim dapat terus berkembang di sejumlah negara di Eropa meski mengalami kesulitan ekonomi.

Menurut dia, Muslim di sana juga tidak banyak yang terpengaruh oleh paham radikal. Muhammadiyah juga sudah memberikan contoh baik kepada Muslim di Indonesia untuk tidak terlibat dalam paham radikalisme dan tetap menjunjung tinggi prinsip moderat.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement