Senin 02 Jan 2017 18:02 WIB

Ini 4 Fokus Rumah Zakat pada 2017

Rep: Fuji Pratiwi/ Red: Dwi Murdaningsih
Sekolah darurat Rumah Zakat di Kabupaten Pidie Jaya. Anak-anak disana diberi trauma healing seperti dongeng dan games.
Foto: Republika/Rizky Suryarandika
Sekolah darurat Rumah Zakat di Kabupaten Pidie Jaya. Anak-anak disana diberi trauma healing seperti dongeng dan games.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pada tahun 2016, Rumah Zakat (RZ) memberikan manfaat kepada lebih dari 1,2 juta orang. CEO Rumah Zakat Nur Efendi mengatakan pada 2017, Rumah Zakat akan lebih fokus kepada empat hal. Pertama, Rumah Zakat akan mencoba merambah area advokasi yang fokusnya menekan ketimpangan seperti mengadvokasi kebijakan daerah yang kurang pro terhadap rakyat miskin menjadi pro rakyat miskin.

Ke dua, karena saat ini banyak tanah dimilik non pribumi, maka RZ ingin mengakuisisi tanah-tanah yang ada untuk kemudian diserahkan ke masyarakat menjadi tanah produktif seperti lahan pertanian.

2016, Rumah Zakat Berikan Manfaat kepada 1,2 Juta Orang

Ke tiga, tahun ini, Rumah Zakat ingin fokus menambah desa binaan. Pada 2016 desa binaah RZ mencapai 800 desa. Pada 2017 RZ akan menambah 400 desa binaan sehingga diharapkan total desa binaan RZ bisa mencapai sekitar 1.200 desa. Di tiap desa binaan, RZ menempatkan satu pendamping untuk membantu memunculkan produk unggulan desa tersebut.

Pada 2017 ini, RZ juga berharap bisa meningkatkan penghimpunan zakat korporasi sebesar 20 persen. Pada 2016 penghimpunan zakat korporasi sendiri tumbuh 10 persen dibanding tahun sebelumnya karena dipengaruhi pertumbuhan ekonomi yang relatif stagnan.

"Kondisi itu justri tidak memberi efek pada zakat ritel. Pada saat pertumbuhan ekonomi lesu, masyarakat justru makin banyak berbagi," kata Efendi.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement