Jumat 23 Dec 2016 22:30 WIB

Rumah Yatim akan Kirim Bantuan dan Asuh Anak Korban Perang Suriah

Rep: Hasanul Rizqa/ Red: Maman Sudiaman
Seorang anak menyaksikan bangunan bekas pengeboman di Aleppo, Suriah.
Foto: REUTERS/Abdalrhman Ismail
Seorang anak menyaksikan bangunan bekas pengeboman di Aleppo, Suriah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Konflik berkepanjangan di Suriah terus memakan korban jiwa. Tak sedikit pula bocah-bocah di negara ini akhirnya menjadi yatim piatu karena kehilangan orang tua mereka untuk selamanya. 

Atas kondisi yang memprihatinkan itu, dalam waktu dekat Rumah Yatim akan mengirim bantuan kepada warga di Aleppo, Suriah. 

“Insya Allah, sebagai bentuk solidaritas dan tanggung jawab sebagai sesama Muslim kepada saudara-saudara kita di Aleppo. Juga untuk menyampaikan amanat dari para dermawan di Indonesia meringankan beban rakyat Suriah yang menderita akibat konflik berkepanjangan,” jelas Direktur Utama Rumah Yatim Nugroho BW kepada Republika.co.id, Jumat (23/12).

Namun, lanjut dia, pihaknya juga belajar dari beberapa kejadian terkait penyaluran bantuan. Dalam hal ini, Rumah Yatim memutuskan untuk konsen pada soal pemulihan (recovery) pasca-bencana terlebih dahulu.

“Umumnya, ketika awal-awal peristiwa terjadi, banyak pihak yang memberikan bantuan. Namun berikutnya, sudah mulai jarang bantuan yang mereka terima,” jelas Nugroho.

Tidak hanya itu. Lembaga peraih penghargaan “LAZ Terfavorit Tingkat Nasional” 2012 ini akan menyantuni anak yatim Suriah korban perang.

Nugroho mencatat, jumlah anak Suriah yang perlu ditolong mencapai 30 ribu jiwa.

Anak-anak yatim Suriah perlu keluar dari wilayah perang agar mereka bisa menjalani kehidupan normal, sebagaimana anak-anak lain. Namun, Nugroho tak memerinci berapa anak Suriah yang ditargetkan akan diasuh.

“Jika memungkinkan,  Rumah Yatim berkeinginan untuk mengeluarkan mereka dari daerah konflik. Di samping cukup berisiko bagi keselamatan mereka, (evakuasi dari daerah konflik) juga akan menghilangkan trauma.

Sebab, (banyak) orang tua mereka meninggal akibat perang,” jelasnya.

“Rumah Yatim insya Allah siap menampung anak-anak yatim Suriah. Semoga setelah Suriah aman dan kondusif, anak-anak yatim ini bisa kembali ke negara asalnya atau menetap sementara di Indonesia, mempersiapkan diri dengan ilmu dan skill,” lanjut dia.

Rencananya, pada awal Januari 2017 lembaga tersebut mengirimkan tim yang beranggotakan tiga orang ke Aleppo.

Rumah Yatim bekerja sama dengan organisasi kemanusiaan di Turki yang saat ini sedang menangani pengungsi Suriah. 

 

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement