Jumat 23 Dec 2016 14:43 WIB

Catatan Tertua Panduan Pertanian di Dunia Islam

Area pertanianilustrasi)
Foto: liburankepulaubali.com
Area pertanianilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Catatan tertua Arab di bidang pertanian adalah al-Filaha  al-Nabatiyya (Pertanian Nabataean) karya Ibnu Wahshiyya,  yang ditulis atau diterjemahkan pada 291 Hijriyah (904  Masehi). Setelah itu, muncul Al-Filaha al-Rumiyya yang  merupakan buku pertanian Byzantium.

 Di Mesir, materi pertanian yang dibuat pada era Ayyubi  adalah Qawanin al-dawawin karya Ibnu Mammati (wafat  pada 606 Hijriyah/1209 Masehi). Pada abad berikutnya, Jamaludin al-Watwat (wafat pada 718 Hijriyah/1318 Masehi)  menulis Mabahij al-Fikar wa-Manahij al-'Ibar) di Kairo. 

Volume keempat dari karya al-Watwat ini merupakan buku pertanian  dan tumbuhan.Pada abad ke 10 Hijriyah/16 Masehi, Riyadh al-Din al- Ghazzi al-'Amiri dari Damaskus menulis banyak buku  seputar pertanian yang sayangnya tak banyak yang bisa  diselamatkan. Namun setelahnya, ada 'Abdul Ghani al- Nabulusi yang membuat  ringkasan buku-buku karya al-'Amiri di bukunya yang  berjudul 'Alam al-Milaha fi 'Ilm al-Filaha.

Secara umum, para penulis karya klasik Arab di bidang  pertanian terbagi dalam beberapa subjek seperti tipe lahan  pertanian dan ragam lahan; pupuk, alat dan praktik panen; irigasi, tumbuhan dan pembibitan; penanaman, perawatan  tanaman buah, budi daya serealia, budi daya kacang- kacangan, sayuran, bunga, umbi, tumbuhan aromatik,  pengawetan buah, dan zooteknologi.Tak bisa juga dipinggirkan, banyak buku-buku Arab klasik  yang berisi nama-nama tumbuhan, buah, biji-bijian, dan  tanaman pertanian lainnya. Contohnya Nuzhat al-Anam fi  Mahasin al-Sham karya al-Badri yang memuat nama 21  varietas aprikot, 50 varietas anggur, dan enam varietas  mawar di Suriah.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement