Jumat 16 Dec 2016 19:06 WIB

DDII akan Gelar Tasyakur Setengah Abad Dewan Dakwah

Rep: Fuji E Permana/ Red: Teguh Firmansyah
Ketum Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Muhammad Siddik (kedua kanan) bersama tim DDII bertemu Pemred Republika Irfan Junaidi (kanan) bersama tim redaksi Republika di Kantor Republika, Jumat (16/12).
Foto: Republika/ Yasin Habibi
Ketum Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Muhammad Siddik (kedua kanan) bersama tim DDII bertemu Pemred Republika Irfan Junaidi (kanan) bersama tim redaksi Republika di Kantor Republika, Jumat (16/12).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) akan menyelenggarakan Haflah Tasyakur Setengah Abad Dewan Da'wah pada 24 - 26 Februari 2017. Kegiatan tasyakur tersebut bertema Memantapkan Peran Dewan Da'wah Sebagai Pemersatu Umat dan Bangsa.

Wakil Ketua Umum DDII sekaligus ketua panitia Haflah Tasyakur Setengah Abad Dewan Da'wah, H. Amlir Syaifa Yasin mengatakan, sekarang dewan da'wah mulai membangun sistem.

Sistem yang dibangun yakni pokok-pokok pemikiran para pejuang tokoh Masyumi dan dewan da'wah. DDII akan menulis sejarah tokoh-tokoh perjuangan dan masing-masing tokoh akan dibuatkan ensiklopedianya.

"Sebanyak 26 bukunya akan dijadikan kit, satu di antaranya buku induk berjudul 'Setengah Abad Dewan Da'wah Mengawal Aqidah Umat', buku itu akan dibedah," kata Amlir saat mengunjungi Kantor Harian Republika, Jumat (16/12) sore.

Berbagai rangkaian kegiatan akan dilaksanakan di acara Tasyakur Setengah Abad Dewan Da'wah. Beberapa acara inti di antaranya, penulisan buku, bedah buku dan seminar Internasional dengan menghadirkan narasumber yang berkompeten.

Ia menerangkan, pihak panitia sedang mengusahakan agar Presiden RI ke-3, Prof B.J.Habibie bisa menjadi narasumber. Diharapkan melalui seminar tersebut akan lahir konsep da'wah masa depan. Jadi, akan diketahui seperti apa konsep da'wah di masa depan pada era IT dan global. "Sehingga generasi yang akan datang akan mempunyai panduan (untuk da'wah)," ujarnya.

Amlir mengatakan, DDII juga akan meminta tokoh-tokoh senior untuk mengomentari, memberi masukan dan kritik kepada DDII. Komentar, masukan dan kritik tersebut nantinya akan menjadi bahan DDII menyusun strategi da'wah ke depan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement