Ahad 11 Dec 2016 09:29 WIB

Ideologi Kiri Kian Agresif, Kiai Banten: Intensifkan Pengajaran Pancasila

Sejumlah pasukan mengikuti upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta.
Foto: Republika/ Raisan Al Farisi
Sejumlah pasukan mengikuti upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Ulama Banten meminta pemerintah, khususnya Panglima TNI dan Kapolri mengintensifkan lagi pengajaran nilai-nilai Pancasila yang tertuang dalam penjabaran Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P4). 

Pengasuh Pondok Pesantren Cidahu, Pandeglang Banten, KH Murtadlo Dimyati mengatakan, permintaan ini menyusul nilai-nilai moral, budaya, moral dan toleransi mulai terkikis menyebabkan kondisi negara dan bangsa tak menentu.  

“Gerakan sayap kiri yang semakin agresif harus segera disikapi,” katanya kepada Republika.co.id di Jakarta, Ahad (11/12).

Menurut Kiai Murtadlo, sejak Reformasi 1998, kondisi bangsa semakin tak menentu akibat pengaruh globalisasi. Akibatnya, generasi muda saat ini semakin jauh dari nilai-nilai luhur yang terkandung di dalam Pancasila

Budaya gotong-royong, toleransi semakin terkikis. Bermacam-macam ideologi yang tak sesuai dengan budaya Indonesia kembali masuk.

Karana itulah, ungkap dia, saat ini sudah sangat diperlukan lagi pendidikan Pancasila melalui penataran P4. 

Pendidikan penataran P4 ini bisa diajarkan kembali kepada semua lapisan masyarakat hingga birokrat di pemerintahan, khususnya generasi muda.

"Makanya kami meminta ini, dan Panglima TNI dan Kapolri serius tentang masalah ini juga," ujar Abuya Murtadlo, sapaan akrab putra almarhum KH Muhammad Dimyati Cidahu, Pandeglang ini.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement