Friday, 18 Rabiul Awwal 1441 / 15 November 2019

Friday, 18 Rabiul Awwal 1441 / 15 November 2019

Rumah Zakat Kirim Relawan Tambahan ke Aceh

Kamis 08 Dec 2016 11:58 WIB

Rep: Fuji EP/ Red: Winda Destiana Putri

 Petugas medis menangani seorang anak korban gempa di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tgk Chik Ditiro Sigli di Pidie, Aceh, Rabu (7/12).

Petugas medis menangani seorang anak korban gempa di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tgk Chik Ditiro Sigli di Pidie, Aceh, Rabu (7/12).

Foto: Antara/Irwansyah Putra

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Data dampak bencana gempa bumi di Aceh masih terus bertambah. Berdasarkan data dari Pusdalops BNPB sampai Rabu (6/12) pukul 23.00 WIB yang diterima Rumah Zakat (RZ), sebanyak 96 orang meninggal, 125 orang luka berat dan 411 orang luka ringan. Sehingga, Rumah Zakat mengirim relawan tambahan dari Bandung ke Aceh hari ini.

"Hari ini kami juga mengirimkan relawan tambahan langsung dari Bandung untuk membantu aksi peduli bencana di sana," kata Koordinator Relawan RZ Pusat, Herlan Wilandariansyah kepada Republika, Kamis (8/12). Ia mengatakan, pihaknya juga sedang mempersiapkan tambahan personel medis. Terutama Dokter bedah tulang yang akan segera menyusul ke Aceh.

Sebelumnya, Rumah Zakat membantu pemerintah dalam upaya penanganan awal bencana dengan melakukan evakuasi korban yang tertimbun dan membantu memberikan pertolongan pertama bagi korban yang terluka. Rumah Zakat menerjunkan 20 orang relawan, dua Dokter, tiga perawat dan dua apoteker.

Selain itu, juga mengirimkan dua unit ambulance, satu unik mobil klinik keliling dan dua kendaraan operasional. "Tidak hanya itu, Rumah Zakat juga membuka posko segar, dapur umum dan mendistribusikan bantuan logistik," ujarnya.

Ia menerangkan, ada beberapa kebutuhan yang mendesak untuk membantu para pengungsi yang jumlahnya mencapai 2.154 orang. Kebutuhan tersebut di anataranya, peralatan kesehatan, obat-obatan, mobilisasi Dokter Orthopedi karena telah ditemukan luka fraktur dan kemungkinan akan ditemukan banyak kasus yang sama.

Kemudian, membutuhkan tempat penampungan sementara (shelter), MCK karena masih minim MCK di lokasi pengungsian, alat Berat untuk proses evakuasi dan penambahan jumlah relawan. Selain itu, juga membutuhkan makanan siap saji, peralatan alat dapur umum dan selimut untuk pengungsi.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA