Kamis 01 Dec 2016 09:25 WIB

Sekolah Muslim di Indianapolis Terima Surat Bernada Kebencian

Muslim Amerika
Muslim Amerika

REPUBLIKA.CO.ID, INDIANAPOLIS --  Masyarakat Islam yang berbasis di Plainfield, Amerika Utara, mengatakan MTI School of Knowledge yang terhubung dengan masjid Al-Fajr di Indianapolis menerima surat penuh kebencian.

Melalui surat tersebut, pengirim memperingatkan agar muslim segera meninggalkan negara atau mereka akan dimusnahkan.

Di akhir paragraf pengirim menambahkan kalimat, dengan muslim meninggalkan Amerika, maka Amerika akan menjadi lebih baik. Pihak komunitas muslim setempat telah melaporkan isi surat tersebut ke pihak berwenang. Tindakan sentimen anti Islam ini bukan hanya menyerang sekolah. Namun juga beberapa masjid di Amerika.

Sebelumnya diberitakan, sedikitnya tiga masjid menerima surat bernada kebencian anti-Muslim. Surat yang ditulis tangan ini mengancam untuk melakukan genosida terhadap umat Islam di California dan Georgia. Surat  ini menambah gelombang kejahatan anti Islam dan ancaman terhadap komunitas Islam di seluruh Amerika Serikat.

Sejak kemenangan Trump beberapa waktu lalu, Komunitas muslim menerima laporan terkait aksi kekerasan anti Islam. Baik yang menargetkan orang atau tempat ibadah. Para pemimpin Muslim mengatakan masjid lain mungkin juga menerima surat ancaman. Penyerangan terhadap Muslim baru-baru ini menandakan akan dimulainya era baru Islamofobia di AS

Di San Jose, sebuah surat yang dikirmkan ke Evergreen Islamic Center menyatakan umat Islam ‘Children of Satan’. Ia menggambarkan umat Islam sebagai umat yang keji. Di paragraf terakhir surat terdapat pesan yang berbunyi ‘Ini adalah waktu yang tepat untuk patriot Amerika. Hidup Presiden Trump dan Tuhan memberkati U.S.A."

Ketua Dewan Islamic Center Evergreen, Yazadi Faisal mengaku bingung dengan isi surat bernada kebencian tersebut. Namun ia mengaku tidak terkejut mengingat serangan seperti ini menjadi perhatian khususus pascapemilu AS.

Ia meminta umat Islam tetap waspada dan berhati-hati dengan setiap tindakan yang mencurigakan. Apalagi jika mengarah kepada kekerasan. Terkait insiden ini, Yazadi belum berencana untuk menambah keamanan masjid.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Dewan Hubungan Amerika-Islam (CAIR), Zahra Billoo mengatakan Para pemimpin politik dan agama perlu mengeluarkan pernyataan terkait tindakan Islamofobia yang terjadi di seluruh negeri. Ia mendesak Otoritas penegak hukum setempat untuk bekerja sama dengan pemimpin komunitas Muslim dalam memastikan keselamatan semua rumah ibadah.

marniati

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement