Rabu 09 Nov 2016 12:00 WIB

Awal Mula Mausoleum Dibangun

Rep: Dyah Ratna Meta Novia/ Red: Agung Sasongko
Syams Al-Ma'ali Qabus
Foto: panoramio.com
Syams Al-Ma'ali Qabus

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Sebenarnya agama Islam sangat melarang pembangunan mausoleum yang mewah dan megah hanya sebagai makam. Namun, seiring waktu, para pemimpin dinasti-dinasti Islam mulai membangun makam yang indah dan megah untuk menghormati seorang tokoh besar pada masanya.

Guru Besar Seni Rupa Universitas Harvard, Oleg Grabar, mengungkapkan ada  beberapa faktor yang menyebabkan munculnya berbagai mausoleum peninggalan peradaban Islam di berbagi penjuru dunia;

Faktor pertama, tumbuhnya heterodoks Syiah yang melahirkan pengkultusan terhadap para keturunan Nabi Muhammad SAW melalui menantunya Ali bin Abi Talib. Sebab orang-orang tersebut berpikir bahwa keturunan Nabi merupakan orang-orang suci yang pantas untuk dihormati

Faktor kedua, masuknya pengaruh berbagai praktik kultus lokal, khususnya di tempat-tempat yang dianggap suci di wilayah-wilayah yang ditaklukan oleh para tentara Islam. Sehingga ketika para Khalifah berusaha menancapkan kekuasaan di wilayah-wilayah taklukannya, terdapat rembesan budaya pengkultusan lokal yang masuk ke dalam budaya Islam, meskipun Islam sebenarnya melarang budaya pengkultusan.

Rembesan budaya pengkultusan lokal ke dalam budaya Islam ini menyebabkan terdapat pemujaan terhadap tempat-tempat suci seperti makam para nabi, orang-orang suci yang disebut juga para imam maupun sufi, para pahlawan, juga raja dan ratu beserta kerabatnya.

Akibatnya, untuk mengingat juga meninggikan derajat mereka di mata dunia, maka dibangunlah berbagai macam mausoleum yang indah, megah, serta mewah untuk mengenang kisah hidup mereka saat masih berkuasa.

Faktor ketiga, ini merupakan faktor yang tak bersifat keagamaan,  namun memiliki peran yang sangat penting. Pada masa itu, banyak dinasti lokal yang mengabadikan kenangan atas kekuasaannya di muka bumi dengan membangun berbagai macam mausoleum yang indah dan megah.

Oleh karena itu, para khalifah Islam juga berusaha menunjukkan jejak-jejak kekuasaan dan kehebatan Islam dengan ikut membangun berbagai macam mausoleum yang indah sebagai tanda maupun peringatan bahwa dinasti-dinasti pada masa Islam juga pernah berdiri dan berkuasa.

Mausoleum I terdiri dari dua tipe yakni, tipe bundar seperti bangunan menara dan tipe empat persegi atau poligonal (memiliki banyak segi) yang terkesan lebih agung dan megah. Namun kedua tipe mausoleum ini memiliki persamaan pada atapnya.

Kedua tipe mausoleum ini sering diberi atap baik berbentuk kerucut, piramida, maupun kubah. Namun mausoleum yang bergaya arsitektur Islam biasanya atapnya berupa kubah. Pada mausoleum, biasanya juga diberi bangunan tambahan seperti taman yang indah maupun kolam sebagai pemanis.

Mausoleum memang didirikan dengan tujuan untuk dikunjungi para peziarah guna mengenang masa hidup orang-orang yang dimakamkan di tempat tersebut.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement