Selasa, 18 Muharram 1441 / 17 September 2019

Selasa, 18 Muharram 1441 / 17 September 2019

Rumah Bersalin Cuma-Cuma Dedikasikan 12 Tahun Bantu Persalinan

Kamis 27 Okt 2016 14:18 WIB

Red: Dwi Murdaningsih

Aktivitas di Rumah Bersalin Cuma-Cuma.

Aktivitas di Rumah Bersalin Cuma-Cuma.

Foto: RBC

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Berbagai cara dan ikhtiar terus diupayakan untuk mengurangi Angka Kematian Ibu (IBU). Begitu pula yang dilakukan oleh Rumah Bersalin Cuma-Cuma (RBC) – Sinergi Foundation. Tahun ini, RBC merayakan milad ke 12. Karenanya, di momentum 12 Tahun RBC ini, Sinergi Foundation menggelar Tausiyah dan Talkshow Parenting 'Dedikasi untuk Ibu dan Generasi', di Masjid Trans Studio Bandung, Selasa (25/10). Acara ini adalah satu dari rangkaian kegiatan yang sedianya dihelat hingga puncaknya hari Ibu, Desember 2016 mendatang.

Menurut Direktur RBC, Erni Trisnasari, tema tersebut sengaja diangkat, sebagai prinsip RBC yang berkomitmen mengabdi untuk kalangan lemah, utamanya di sektor kesehatan ibu dan anak. “Maka sejak kelahirannya 11 Oktober 2004 lalu, RBC tak berhenti, terus menebar energi positif, melalui pelayanan non stop 24 Jam bagi Ibu dan Anak dari kalangan lemah. Sepanjang masa  itu pula, selama 7 hari sepekan, 24 jam sehari, tak ada cerita berhenti melayani kaum pinggiran,” ujar dokter alumnus Universitas Padjadjaran ini.

Indonesia masih memiliki pekerjaan rumah panjang terkait Angka Kematian Ibu (AKI). Dalam sosialisasi capaian kerja 2 tahun Jokowi-JK, Menkes Nila Djuwita Moeloek menyatakan angka kematian ibu melahirkan mencapai 4.809 orang pada tahun 2015. Angka kematian bayi pun mencapai 22.267 jiwa. Meski menurun dari tahun sebelumnya, masih jauh dari target AKI berdasarkan Millenium Development Goals (MDGs). Salah satu penyebab angka AKI tinggi adalah pengetahuan kesehatan masyarakat yang minim (yang berimbas pada terlambatnya penanganan), kurangnya kesadaran gizi seimbang, juga akses kesehatan yang sulit dijangkau.

Erni mengatakan selama belasan tahun RBC berusaha melayani dengan maksimal bukan tanpa rintangan. "Pahit manis melayani mereka yang papa, adalah menu harian. Yang pahit luruh tatkala atas izin Allah, tangan-tangan cekatan para bidan, dokter, dan segenap tim RBC begitu ringan melayani sesamanya, minus pamrih. Cukuplah senyum sang Ibu dan tangis bayi yang mengea kencang saat pertama lahir ke dunia, menjadi momen kebahagiaan bersama yang tak terungkap dengan kata-kata," kata dia.

Sejumlah pembicara kenamaan hadir dalam event kali ini. Di antaranya ulama Jawa Barat, KH Miftah Faridl, ketua PKK Kota Bandung Atalia Praratya, praktisi parenting, Rani Razak Noeman dan praktisi kesehatan yang juga Kepala Dinas Kesehatan Jawa Barat Alma Lucyati.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA