Jumat 05 Aug 2016 13:41 WIB

3 Peninggalan Kesultanan Ternate

Rep: c62/ Red: Agung Sasongko
Ternate
Foto: ternatecity
Ternate

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kesultanan Ternate merupakan salah satu kerajaan Islam tertua di nusantara, yang berdiri pada abad ke-13. Kesultanan ini didirikan berawal dari meningkatnya aktivitas sosial dan ekonomi. Dari aktivitas pedagang asing dari Arab, India, Cina, dan Melayu itulah Kepala Marga atau dalam bahasa Ternate Momole membentuk sebuah kerajaan.  

Atas prakarsa Momole itulah diadakan musyawarah untuk mengangkat seorang pemimpin tunggal sebagai raja. Dari hasil musyawarah itu, Mamole Ciko diangkat sebagai raja pertama di Kesultanan Ternate pada 1257  M  dengan gelar Baab Manshur Malamo.

Bersamaan dengan kejayaan Kerajaan Ternate pada abad ke-13 hingga abad ke-17, Islam diterima oleh raja dan warganya. Proses Islamisasi di wilayah Maluku Utara ini dijalankan oleh Maulana Hussain dan Sunan Giri. Raja Ternate yang pertama memeluk Islam adalah Kolano  Marhum  (1465-1486  M).

Kolano Marhum merupakan Raja  Ternate  ke-18 yang ayahnya bernama  Zainal  Abidin. Dia sempat belajar di Pesantren Sunan Giri di Gresik. Ketika  menjadi  Sultan,  Zainal  Abidin  kemudian  mengadopsi hukum Islam  sebagai  undang-undang  kerajaan dan membangun madrasah. Berikut di antara jejak peninggalan kerajaan Ternate.

 

Istana Sultan Ternate

Istana kesultanan Ternate bergaya abad ke-19, berlantai dua menghadap ke arah laut, dikelilingi perbentengan, terletak satu kompleks dengan masjid Jami Ternate.

Istana ini terletak di wilayah administratif Soasiu, Kelurahan Letter C, Kodya Ternante. Pemugaran telah dilaksanakan sebanyak dua kali antara 1978-1982 oleh DR Daoed Joesoef. Kompleks ini dijadikan sebuah Museum Kesultanan Ternate.

 

Masjid dan Makam

Masjid Jami Kesultanan Ternate yang didirikan Sultan Hamzah, raja Ternate ke-24  ini memiliki atap bersusun tujuh, dengan luas masjid 22.40 X 39.30 m dengan tinggi keseluruhan 21.74 m.

Untuk memperkokoh bangunannya, masjid ini memiliki empat tiang utama dan 12 tiang penyokong. Masjid dikelilingi pagar tembok dengan pintu gapura beratap dua susun yang berfungsi sebagi menara azan. Masjid ini berada dalam kompleks kesultanan.

Koleksi  

Sebagai bukti eksistensi, raja Ternate memiliki beberapa koleksi kebanggaan. Di antara koleksi yang kini menjadi koleksi artefak Museum Kesultanan Ternate, antara lain, Alquran tulisan tangan raja, tempat berdoa, bendera atau panji-panji dengan ayat-ayat Alquran, singgasana, tongkat kebesaran pedang, tombak, senapan, topi militer, baju besi, tameng, dan perisai.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement