Thursday, 20 Muharram 1441 / 19 September 2019

Thursday, 20 Muharram 1441 / 19 September 2019

Kafilah NTB Ditargetkan Berjaya di Tiga Cabang MTQ Nasional

Jumat 29 Jul 2016 11:26 WIB

Rep: Muhammad Fauzi Ridwan/ Red: Hazliansyah

Sejumlah siswa dan siswi menyanyikan mars MTQ secara bersama-sama yang dilaksanakan di Sepanjang Jalan Pejanggik, Mataram, Nusa Tenggara Barat, Kamis (28/7). (Republika/ Raisan Al Farisi)

Sejumlah siswa dan siswi menyanyikan mars MTQ secara bersama-sama yang dilaksanakan di Sepanjang Jalan Pejanggik, Mataram, Nusa Tenggara Barat, Kamis (28/7). (Republika/ Raisan Al Farisi)

Foto: Republika/Raisan Al Farisi

REPUBLIKA.CO.ID, MATARAM -- Kafilah Provinsi NTB siap tampil dalam ajang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional ke 26 yang berlangsung mulai 28 Juli hingga 7 Agustus mendatang. Tiga cabang lomba menjadi target unggulan provinsi NTB yaitu Tilawah Dewasa, Kaligrafi dan Tahfidz 10 juz.

"Insya Allah anak-anak siap tampil dan tempur, 100 persen. Mudah-mudahan mereka prima saat tampil di panggung," ujar pelatih Kafilah Provinsi NTB, Muhammad Zaidi Abdad kepada Republika.co.id di Kota Mataram usai acara pelepasan Kafilah Provinsi NTB, Jumat (28/7).

Menurutnya, seluruh pelatih yang terdiri dari pelatih daerah dan pusat sudah berupaya maksimal membina peserta MTQN provinsi NTB. Serta menyampaikan pengalaman-pengalaman tahun sebelumnya di ajang MTQ kepada seluruh peserta.

Ia menuturkan, kemampuan percaya diri dan tidak panik para peserta kafilah NTB di panggung akan mempengaruhi penampilan. Keuntungan sebagai tuan rumah pun menjadi motivasi dan dukungan bagi peserta dan melatih mental anak-anak.

Zaidi mengatakan proses pembinaan kepada kafilah NTB dilakukan sejak bulan Oktober 2015 kemarin. Kurang lebih 10 bulan proses pembinaan dilakukan sehingga diharapkan dapat meraih maksimal.

Dirinya menambahkan target unggulan kafilah NTB yang diharapkan bisa dimenangkan yaitu cabang Tafsir Bahasa Inggris, Tilawah Dewasa dan Tahfidz 10 juz serta Kaligrafi.

"Mudah-mudahan bisa naik peringkatnya dari peringkat tahun lalu. Paling tidak masuk 5 besar," ungkapnya.

Selain itu, ia menuturkan sistem perlombaan yang lebih transparan akan mendorong perlombaan lebih berkualitas. Dimana, dewan hakim akan menggunakan teknologi untuk menyampaikan hasilnya dan kafilah bisa melihat.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA