Friday, 18 Rabiul Awwal 1441 / 15 November 2019

Friday, 18 Rabiul Awwal 1441 / 15 November 2019

Wisata Halal Dongkrak Penanaman Modal

Selasa 26 Jul 2016 20:43 WIB

Red: Agung Sasongko

Ilustrasi Wisata Halal. (Republika/Mardiah)

Ilustrasi Wisata Halal. (Republika/Mardiah)

Foto: Republika/Mardiah

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG -- Konsep wisata halal yang diputuskan untuk diterapkan di Sumatera Barat dinilai bisa menarik investor untuk menanamkan modal di daerah itu sehingga wisatawan yang berkunjung bertambah.

"Selama ini, konsep wisata kita belum jelas sehingga investor ragu untuk masuk. Penetapan konsep wisata ini akan berdampak positif bagi perekonomian," ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Sumatera Barat, Danang Wintoro Jati di Padang, Selasa (26/7).

Konsep wisata yang jelas, menurut dia, akan memacu minat penanaman modal, terlebih grafik kunjungan wisata ke Sumbar terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. "Investor dalam negeri ataupun asing yang selama ini belum mengetahui karakter wisata di Sumbar, menjadi lebih paham, dan mempertimbangkan untuk menanamkan modalnya," katanya.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Sumbar, kunjungan wisatawan asing ke Sumbar pada Mei mencapai 4.858, meningkat dibanding April 2016 yang hanya 4.063. Dominasi pelancong mancanegara berasal dari Malaysia, hampir 70 persen.

"Dari situ kita bisa lihat pasar wisatawan Sumbar. Ke depan dengan ditetapkannya Sumbar sebagai destinasi wisata halal, bisa memancing masuknya wisatawan dan investor dari Timur Tengah diantaranya Mesir, Irak, Iran, Arab Saudi dan Qatar," katanya.

Namun, dia mengingatkan, definisi wisata halal itu harus sama antara masyarakat, pemerintah dan pelaku usaha wisata. "Jangan sampai pemerintah mengartikan begini, tetapi masyarakat punya pemahaman sendiri pula yang tidak sama, demikian juga pelaku usaha pariwisata. Sejak awal, konsep ini harus disosialisasikan," katanya.

Menurut dia, penerapan konsep wisata halal itu sudah berhasil dilakukan di Lombok Nusa Tenggara Barat. Sumbar bisa belajar dari keberhasilan itu.

"Di Lombok, wisata halal itu tidak diartikan secara sempit. Ada juga wisatawan asing yang berenang menggunakan bikini, namun tempatnya memang diatur. Ini yang harus dipahami oleh semua pihak," katanya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA