Friday, 16 Rabiul Akhir 1441 / 13 December 2019

Friday, 16 Rabiul Akhir 1441 / 13 December 2019

Ini Dia Sosok Pencetus Tradisi Lebaran Ketupat

Jumat 08 Jul 2016 11:23 WIB

Rep: fuji pratiwi/ Red: Nasih Nasrullah

Ilustrasi Ketupat Lebaran

Ilustrasi Ketupat Lebaran

Foto: Republika/Agung Fatma Putra

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Masyarakat Jawa umumnya mengenal dua kali lebaran, pertama adalah Idul Fitri 1 Syawal dan kedua adalah lebaran ketupat pada 8 Syawal, setelah puasa sunah enam hari Syawal.

Dito Alif Pratama dalam artikelnya “Lebaran Ketupat dan Tradisi Masyarakat Jawa” mengungkapkan lebaran ketupat pertama kali dikenalkan Sunan Kalijaga.

Saat itu Sunan Kalijaga menggunakan dua istilah, Bakda Lebaran dan Bakda Kupat. Bakda Lebaran adalah perayaan Idul Fitri yang diisi dengan shalat Id dan silaturahim.

Sementara Bakda Kupat dilakukan tujuh hari setelahnya. Masyarakat kembali membuat ketupat untuk diantarkan kepada sanak kerabat sebagai tanda keberasamaan.

Tradisi ini juga tetap lestari di komunitas Muslim Jawa di berbagai daerah seperti Muslim di Kampung Jawa Todano di Minahasa.

Tradisi mengantarkan makanan ini juga teradapat di Motoboi Besar, Sulawesi Utara dan di Bali. Muslim Bali atau Nyama Selam (saudara yang bergama Islam) melakukan tradisi ngejot yakni mengantarkan makanan ke tetangga menjelang Idul Fitri.

Mengutip “Malay Annal of Semarang and Chrebon' oleh H.J de Graaf,” - Listya Ayu Saraswati dan P. Ayu Indah Wardhani dalam makalah mereka “Perjalanan Multikultural Dalam Sepiring Ketupat Cap Go Meh” menulis ketupat sudah dikenal masyarakat Jawa pada abad ke-15 seiring penyebaran Islam yang dilakukan Wali Songo (sembilan wali) di Pulau Jawa.

Lebaran ketupat yang dirayakan pada 8 Syawal ini merupakan bentuk menyisipan nilai Islam dalam budaya lokal. Misalnya pada Perang Topat (perang ketupat) di masyarakat Islam Suku Sasak.

Perang Topat sebenarnya bertepatan dengan upacaya pujawali umat Hindu yang diperingati pada bulan keenam Kalender Bali. Bagi masyarakat Islam Sasak, Perang Topat merupakan peringatan masuknya Islam di sana.


BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA