Senin 04 Jul 2016 13:08 WIB

Indra Sjafri: Merasa Lebih Sehat di Akhir Ramadhan

Rep: Amri Amrullah/ Red: Damanhuri Zuhri
Indra Sjafri.
Foto: Antara/Fikri Yusuf
Indra Sjafri.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tak ada halangan untuk tetap fit dan bugar selama berpuasa. Prinsip inilah yang dipegang, Pelatih tim sepakbola Bali United Indra Sjafri.

Bagi dirinya dan tim yang ia pimpin, puasa bukanlah hambatan untuk tetap berlatih dan berprestasi. Sebagai pelatih papan atas, Indra memang dikenal berprinsip kuat saat puasa Ramadhan. Baginya puasa justru menjadi keistimewaan bagi pemain sepakbola Muslim.

Sebab bagi seorang muslim dan olahragawan, puasa merupakan media menjaga kebugaran dan kesehatan. Sehingga tidak ada yang perlu dipertentangkan atau diperdebatkan antara puasa dan latihan atau pertandingan.

“Kalau pemain itu seorang Muslim prinsipnya jangan sampai berpuasa aktivitasnya jadi terganggu,” kata pria kelahiran Lubuk Nyiur, Pesisir Selatan, Sumatera Barat ini.

Dengan keyakinan itu, ia yakin mampu tetap lancar mengatur tempo latihan dan permainan selama Ramadhan. Terlebih saat ini ia melatih klub sepakbola daerah, Bali United di mana ada dua kelompok, setengah muslim dan nonmuslim. “Kita tetap perlakukan kepada semua pemain sama. Namun bisa jadi dengan jadwal berbeda.”

Jika ada latihan pagi, ia utamakan pemain Muslim, yang non muslim diistirahatkan. Sedangkan jika jadwal latihan siang atau sore, sebaliknya. ''Untuk jadwal pertandingan, alhamdulillah banyak dilakukan malam hari, dan lancar saja, tik ada masalah,'' ungkapnya penuh syukur. Hal sama ia lakukan ketika membimbing tim nasional junior usia 17 dan 19 tahun.

Mantan pemain di PSP Padang ini menceritakan salah satu yang paling berkesan saat puasa adalah persiapan tim nasional U-19 satu bulan di Jogja, saat itu latihan dilakukan secara ketat dalam keadaan berpuasa. Hampir semua yang dilakukan bahkan sesuai rencana. Misalnya, latihan jalan ibadah tetap jalan, maka latihannya setelah tarawih.

Walau terkadang memang tantangan itu ada. Seperti bila ada pertandingan di luar negeri biasanya kendala waktu. Jam berpuasa akan lebih lama, sehingga waktu berbuka bisa ditambah beberapa jam lagi. Ia menegaskan jangan sampai perintah agama seolah menyulitkan kita. Seharusnya kita lah sebagai manusia mengatur dan menyesuaikan dengan jadwal aktivitas kita.

“Itu yang saya lakukan, saya atur semuanya. Saya tidak mau mengalah karena puasa,” ujarnya. Dia yakin puasa sebenarnya bisa menjadi penambah semangat pemain. Cuma memang diakuinya, perlu pengaturan asupan menu dan cairan agar stamina pemain tidak terganggu.

“Puasa tidak membuat kita memalaskan pemain, justru mereka merasa lebih fit dan bugar saat puasa. Tidak mengeluh lemah dan lemas,” ungkap Indra Sjafri menambahkan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement