Selasa 26 Apr 2016 14:50 WIB

Khofifah: Muslimat Harus Jadi Konsumen Cerdas

Mensos sekaligus Ketua Umum PP Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa usai doa bersama 2000 anak yatim, Malang, Jumat (25/3)
Foto: Kemensos
Mensos sekaligus Ketua Umum PP Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa usai doa bersama 2000 anak yatim, Malang, Jumat (25/3)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa mengatakan kaum perempuan dalam organisasi kemasyarakatan berbasis agama itu harus menjadi konsumen yang cerdas.

"Kalau biasanya muslimat ini basisnya halal. Tapi sekarang kita ingin halal dan sehat," kata Khofifah di Jakarta, Selasa (26/4).

Hal itu disampaikan usai penandatanganan nota kesepahaman bersama Kementerian Perdagangan tentang pendidikan konsumen cerdas dalam rangka Hari Konsumen Nasional. Menurut Khofifah yang juga Menteri Sosial pada Kabinet Kerja, sebelumnya Muslimat NU juga sudah menandatangani MoU dengan Menteri Perdagangan yang saat itu dijabat Gita Wirjawan.

"Muslimat NU sangat berkepentingan memberikan edukasi karena muslimat punya 9.800 taman kanak-kanak dan 6.400 pendidikan anak usia dini. Bisa dibayangkan kalau jajanan yang dikonsumsi oleh mereka menggunakan zat pewarna dan pengawet yang tidak aman," kata Khofifah.

Anak-anak di TK dan PAUD tersebut potensial mengonsumsi jajanan di sekitar sekolah yang belum tentu aman dikonsumsi. Karena itu, melalui majelis-majelis taklim Muslimat NU yang berjumlah 59 ribu lebih diharapkan dapat mendidik untuk menyiapkan konsumen yang cerdas yang betul-betul akan memilih produk yang dikonsumsi.

"Jadi pastikan produk yang dikonsumsi sehat. Kita bisa bilang produk halal tapi diberi zat pewarna yang tidak sehat. Itulah yang harus terus diedukasi," ujar dia.

MoU edukasi konsumen cerdas tersebut juga ditandatangani dengan sejumlah universitas dan berbagai organisasi keagamaan antara lain Majelis Ulama Indonesia, PP Muhammadiyah, serta Konferensi Wali Gereja Indonesia. MoU tersebut bertujuan membentuk jejaring perlindungan terhadap konsumen juga mendidik serta meningkatkan informasi terkait perlindungan konsumen.

 

Baca: Ratu Rania Serukan Penyelesaian Krisis Pengungsi

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement