REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Penghafal Alquran asal Indonesia Musa La Ode Abu Hanafi meraih peringkat tiga kompetisi hafalan Alquran pada Musabaqah Hifzil Quran (MHQ) Internasional Sharm El Sheikh, Mesir.
"Delegasi cilik Indonesia, Musa, telah berhasil meningkatkan kecintaan bangsa lain terhadap Indonesia," kata Koordinator Fungsi Pensosbud KBRI Kairo Lauti Nia Sutedja lewat siaran pers yang diterima di Jakarta, Jumat (15/4).
Musa sendiri mengikuti lomba cabang hafalan Alquran 30 juz untuk golongan anak-anak. Keikutsertaan bocah berusia tujuh tahun 10 bulan itu sendiri dalam rangka memenuhi undangan Kementerian Wakaf Mesir.
Jumlah peserta MHQ Internasional Sharm El Sheikh untuk semua cabang mencapai 80 orang dari 60 negara seperti Mesir, Sudan, Arab Saudi, Kuwait, Maroko, Chad, Aljazair, Mauritania, Yaman, Bahrain, Nigeria, Malaysia, Brunei Darussalam, Filipina, Thailand, Australia, Ukraina, Indonesia serta negara-negara lainnya.
Musa merupakan utusan Indonesia satu-satunya yang berpartisipasi pada perlombaan tersebut. Hafidz Indonesia itu merupakan peserta paling kecil di antara seluruh peserta lomba, karena peserta lainnya berusia di atas sepuluh tahun.
Meski hanya menjadi juara tiga dalam kategori hafalan 30 juz anak-anak, Musa dianggap telah berhasil menjalani kompetisi itu karena belum menguasai bahasa Arab. Salah satu tolok ukurnya, dia mampu melantunkan Alquran secara tartil meski ada sedikit cadel karena faktor usia.
Ketua Dewan Juri, Syeikh Helmy Gamal, mengatakan Musa memiliki potensi yang baik meski belum menjadi juara pertama.




