Senin 11 Apr 2016 07:37 WIB

Mayoritas Muslim Inggris tak Simpati dengan Bom Bunuh Diri

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Andi Nur Aminah
Muslim Inggris berkumpul di Havering Isclamic Culture Center
Foto: islamicculturecenter.co.uk
Muslim Inggris berkumpul di Havering Isclamic Culture Center

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Hasil Survey yang dilakukan oleh Channel 4 menyebutkan sebanyak 96 persen Muslim Inggris tidak simpati terhadap mereka yang terlibat melakukan serangan bom bunuh diri.

Di waktu yang bersamaan, sebagian besar masyarakat Muslim Inggris juga menunjukkan tingkat yang sama dengan masyarakat Inggris yang lebih luas dalam memberikan dukungan untuk lembaga-lembaga Inggris dan juga rasa memiliki terhadap Inggris.

Hasil sebuah survey dilasir Independent menunjukkan mayoritas mencolok menunjukkan penolakan tegas terhadap kekerasan yang dilakukan atas nama agama Islam. Sebanyak 88 persen Muslim Inggris merasa Inggris merupakan tempat yang baik untuk hidup.

Sehingga, mereka memiliki ikatan lebih kuat dengan Inggris. Bahkan, rasa memiliki terhadap Inggris ini melebihi masyarakat umum Inggris sendiri.

Terlepas dari sekolah Islam dan beberapa undang-undang, 78 persen dari Muslim Inggris ingin mengintegrasikan diri ke dalam kehidupan Inggris. Survey ini dilakukan kepada 1.081 Muslim Inggris. Angka ini mewakili seluruh penduduk Inggris dan dinilai lebih akurat dari dan jajak pendapat.

 

Kehidupan adalah anugerah berharga dari Allah SWT. Segera ajak bicara kerabat, teman-teman, ustaz/ustazah, pendeta, atau pemuka agama lainnya untuk menenangkan diri jika Anda memiliki gagasan bunuh diri. Konsultasi kesehatan jiwa bisa diakses di hotline 119 extension 8 yang disediakan Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Hotline Kesehatan Jiwa Kemenkes juga bisa dihubungi pada 021-500-454. BPJS Kesehatan juga membiayai penuh konsultasi dan perawatan kejiwaan di faskes penyedia layanan
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement