Ahad 20 Mar 2016 09:31 WIB

Masjid Lincolnshire Ditempeli Poster Anti-Islam

Rep: MGROL57/ Red: Agung Sasongko
Pembangunan masjid (ilustrasi).
Foto: Republika/Tahta Aidilla
Pembangunan masjid (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, LINCOLNSHIRE -- Lokasi pembangunan masjid di Lincolnshire, Inggris, ditempeli poster-poster bernada anti-Islam. Dilansir dari Lincolnshire Echo, Sabtu (19/3), slogan-slogan tersebut dinilai menyinggung umat Islam dan mengecewakan.

Diketahui, poster-poster tersebut ditempelkan oleh organisasi Liga Perlindungan Lincoln Inggris. Poster-poster tersebut muncul dalam semalam, di sekitar daerah konstruksi masjid.

Salah satu poster bertuliskan "jangan ada masjid lagi". Walau jelas bernada penolakan, Direktur Asosiasi Islam Lincoln, Dr Tanweer Ahmed, menyatakan pembangunan tersebut tidak akan terganggu atau ditunda. Ahmed yakin, tidak akan ada masalah sebab komunitas Muslim setempat telah membangun hubungan kuat dengan komunitas-komunitas setempat.

"Ini sangat mengecewakan. Kami telah mendekatkan diri dengan para warga. Masyarakat Lincoln selalu mendukung, dan kami sama sekali tidak memiliki masalah," komentarnya mengenai kemunculan poster-poster tersebut.

"Walau aksi ini menyinggung, asosiasi Islam tidak gentar dan kami akan terus bekerja sama dengan komunitas lokal," katanya menambahkan.

Ahmed mengimbau pada orang-orang yang tak memahami Islam untuk mencari informasi melalui asosiasi Islam tersebut. Sementara, masjid yang tengah dibangun itu, menurut Ahmed, akan dibuka sebagai fasilitas masyarakat yang dapat dikunjungi semua orang. Bahkan, kata dia, tidak akan membatasi siapa pun boleh berkunjung ke masjid itu nantinya.

Adanya poster-poster tersebut tidak akan menghentikan proses pembangunan masjid yang memakan dana hingga 1,6 juta poundsterling tersebut. Rencananya, masjid itu akan selesai dan dibuka untuk masyarakat pada musim gugur tahun ini. Bangunan masjid disiapkan untuk mampu menampung hingga 1.000 jamaah nantinya, dan dapat dijadikan objek rekreasi bagi seluruh lapisan masyarakat.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement