REPUBLIKA.CO.ID, ABUJA -- Film-film berbahasa Hausa dari daerah utara Nigeria sangat populer di sana. Dilansir dari Al-Jazeera, Rabu (16/3), industri film di daerah mayoritas Muslim tersebut dijuluki sebagai 'Kannywood', sebab pusat produksinya berada di Kota Kano, Nigeria.
Sebanyak 30 persen film Nigeria didominasi produksi-produksi dari Kannywood. Sedangkan industri keseluruhan film Nigeria yang disebut Nollywood, dinilai terbesar ketiga di dunia setelah Hollywood dan Bollywood. Sesuai tempat asalnya, film-film dari Kannywood membawa tema-tema Islam. Seringkali bagian terakhir dari credit film menyebutkan pujian untuk Allah SWT.
Industri film Kannywood tersebut, uniknya berani mengangkat masalah-masalah keseharian wanita Nigeria. Isu-isu pernikahan paksa, pelecehan seksual, pendidikan untuk wanita, dan kekerasan rumah tangga menjadi bahasan dalam film-film Kannywood. Sementara di kalangan publik Nigeria, masalah tersebut cukup tabu untuk dibahas dengan terbuka.
Menurut ahli sosiologi dari Universitas Usmanu Danfodiyo, Fatima Adamu, industri perfilman Kannywood tersebut menyebarkan pesan-pesan untuk menguatkan para penonton wanita. Adamu mengobservasi bagaimana alur cerita yang ditawarkan seperti mencoba reaksi masyarakat untuk melihat sejauh mana pelaku industri tersebut mampu melewati batas-batas kemasyarakatan.
"Mereka menyatakan 'ya, Anda dapat melawan'," tukas Adamu.
Salah satu produser dari industri Kannywood, Umma Ali, menyetujui pandangan Adamu. Menurutnya rekan-rekan wanita dalam industri perfilman Kannywood telah membuat perbedaan. "Film-film kami menunjukkan isu yang sangat berbeda dari film karya laki-laki," ujar Ali.
"Para pria terbiasa mengabaikan masalah-masalah seperti kekerasan rumah tangga. Kami memperlihatkannya dalam film kami," kata dia.




