Kamis 17 Mar 2016 09:55 WIB

Investor Jepang Lirik Pasar Halal Thailand

Rep: MGROL57/ Red: Agung Sasongko
Thailand
Foto: Reuters
Thailand

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Industri makanan halal semakin menarik minat. Institut Makanan Nasional Thailand (NFI) menyatakan investor-investor asal Jepang memperlihatkan ketertarikan mereka.

Dilansir dari abna24.com, Senin (14/3), para investor tersebut mulai berpikir untuk menanamkan modal di industri makanan halal Thailand.

Presiden NFI, Yongvut Saovapruk, menyatakan para pelaku bisnis Jepang melihat potensi kuat di pasar halal. Beberapa waktu terakhir, sirkulasi modal di usaha-usaha halal memang tengah bertumbuh seiring meningkatnya jumlah populasi Muslim.

Thailand sendiri saat ini berada di urutan sembilan sebagai negara yang aktif mengekspor makanan halal. Selain itu negara tersebut juga memiliki sejarah panjang kecakapan mereka sebagai pelaku bisnis makanan halal.

"Populasi Muslim saat ini memang besar, sekitar dua miliar jiwa. Angka tersebut diprediksi akan meningkat hingga tiga miliar dalam waktu dekat," ujar Saovapruk. "Itu adalah pasar yang sangat besar, dan banyak investor ingin menanamkan modalnya di sana."

NFI telah menandatangani perjanjian kerja sama (MoU) dengan badan Promosi dan Pembangunan Industri Halal Jepang. Lembaga tersebut ialah lembaga pemerintah yang bertugas meningkatkan standar makanan halal di Jepang serta mempromosikan produk-produk halal asal Jepang di negara-negara Muslim.

Saovapruk memastikan NFI akan memfasilitasi investor-investor Jepang dengan informasi penting. Mereka juga akan membantu para pebisnis tersebut untuk memenuhi syarat-syarat halal yang telah ditetapkan oleh Dewan Islam Pusat Thailand.

"Pebinsis Jepang belum terlalu paham dengan makanan halal, yang membutuhkan proses panjang termasuk cara mendapatkan bahan-bahan mentah, proses memasak, dan standar pengolahan yang harus menyesuaikan dengan syariat agama," jelas Saovapruk. Namun Jepang saat ini juga tertarik untuk mengekspor produk halal ke negara-negara Timur Tengah, Indonesia, Malaysia, dan Pakistan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement