Kamis 18 Feb 2016 11:14 WIB

Rumah Sakit Indonesia di Gaza Dirancang untuk Kondisi Darurat

Rumah Sakit Indonesia (Indonesian Hospital) di Jalur Gaza.
Foto: radiosilaturahim.com
Rumah Sakit Indonesia (Indonesian Hospital) di Jalur Gaza.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Rumah Sakit Indonesia (RSI) di Gaza dinilai berpotensi mendapat serangan dari tentara Israel. Hal tersebut diakui Presiden Direktur Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) Arif Rahman.

Kendati demikian, Arif mengungkapkan pihaknya telah melakukan beberapa antisipasi terhadap serangan tersebut. "RSI siap untuk kondisi-kondisi darurat," ungkap Arif, Rabu (17/2).

Menurut Arif, kemungkinan terdampak serangan sudah diperkirakan sejak pendirian RSI. Justru, lokasi RSI di jalur utara Gaza dipilih karena mempertimbangkan banyaknya korban perang di jalur perbatasan tersebut yang tewas karena akses ke Rumah Sakit Syifa Gaza City terlalu jauh.

Namun, Arif menambahkan, MER-C telah mengantisipasi serangan dengan memasang logo area tanpa senjata dan berkoordinasi dengan pemerinah Palestina untuk tidak menjadikan area sekitar RSI sebagai basis militer. Sehingga, RSI ini dapat terhindar dari serangan.

Selain itu, Rumah Sakit Indonesia di Gaza juga dirancang sedemikian rupa menjadi rumah sakit yang mandiri dan tidak bergantung pada supply dari luar.

Lantai basement RSI, menurut Arif, difungsikan sebagai gudang penyimpanan obat-obatan dan keperluan pengobatan lainnya. Sehingga, dalam keadaan darurat, RSI dapat bertahan selama enam sampai tujuh bulan.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement