REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) berkomitmen akan terus memberikan dukungannya kepada Palestina. Meskipun, Rumah Sakit Indonesia (RSI) Gaza telah diserahkan untuk dikelola sepenuhnya oleh Kementerian Kesehatan Palestina.
"Setelah pembangunan RSI selesai, support MER-C masih berlanjut yang rencanya secara rutin akan mengirimkan tim medis," ungkap dr Arif Rahman, Presiden Direktur MER-C sekaligus anggota tim pengadaan alat RSI, Rabu (17/2).
Tim medis ini nantinya akan membantu pelayanan di RSI serta melakukan transfer pengetahuan dan skill kepada rekan-rekan kolega doketr di Gaza.
MER-C juga akan terus melakukan komunikasi dengan tim kesehatan di Gaza untuk mengetahui kebutuhan apa saja yang harus dipenuhi di RSI.
Arif memaparkan sejauh ini sangat banyak dukungan dari pihak profesional kesehatan yang bersedia berangkat sebagai relawan. Hal tersebut memang sangat dibutuhkan melihat kasus-kasus kompleks yang harus dihadapi tim dokter di Gaza.
Selain tenaga ahli, MER-C juga masih akan terus membantu biaya operasonal RSI. Hal ini dilakukan dalam rangka menjamin keberlangsungan RSI karena kondisi perekonomian yang tidak menentu di jalur Gaza.




