Senin 15 Feb 2016 10:00 WIB

Muslim Amerika Dukung Hillary Clinton Nyapres

Rep: Dyah Ratna Meta Novia/ Red: Andi Nur Aminah
Hillary Clinton
Foto: Reuters
Hillary Clinton

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON DC -- Muslim Amerika rupanya banyak yang tak menyukai Donald Trump, meski di Washington DC terdapat berbagai poster Donald Trump di pinggir jalan. Trump maju menjadi kandidat baru capres Amerika untuk menggantikan kepemimpinan Presiden Barack Obama.

Shakat, seorang warga Amerika, mengatakan, sangat mendukung Hillary Clinton untuk menjadi presiden Amerika menggantikan Obama. "Saya sangat berharap Ibu Hillary Clinton memenangkan pemilihan presiden yang akan datang, harapan Muslim ada padanya," kata Shakat kepada Republika.co.id di Washington DC, belum lama ini.

Pengemudi taksi ini mengatakan, Muslim tidak mendukung Donald Trump. "Saya yakin Donald Trump tak bisa mengatasi masalah yang dihadapi warga Amerika, apalagi dia tak memiliki sikap empati kepada warga Muslim," ujar dia.

Karena itu, Shakat mengatakan, semua Muslim Amerika berdoa supaya Donald Trump tak menjadi presiden Amerika. "Semoga Ibu Clinton yang menang," katanya penuh harap.

Di tempat terpisah, Hasheem, warga Amerika lainnya berpofesi sebagai penjaga toko, mengatakan, Donal Trump membuat warga Amerika terlihat jahat dan buruk. Padahal, orang-orang Amerika itu sebenarnya baik. "Saya tak mau Donald Trump menjadi presiden Amerika. Kami, umat Muslim, mendukung Hillary Clinton menjadi calon presiden Amerika menggantikan Obama," ujarnya.

Bagi Hasheem, Hillary Clinton merupakan kandidat yang baik. Ia juga memahami kebutuhan umat Islam Amerika dan memahami kalau Amerika bangsa yang multikultur. "Kalau sampai Trump jadi presiden, ini akan jadi bencana bagi Amerika. Kami harap, ini tidak terjadi," katanya.

Sementara itu, Salam, warga Amerika keturunan Afrika, mengatakan, jangan sampai Donald Trump menjadi presiden Amerika. Sebab, dia memiliki sikap yang buruk. Menurut dia, pemimpin Amerika ke depan harus lebih baik dari Obama.

"Obama merupakan salah satu Presiden Amerika yang terbaik. Jangan sampai digantikan Donald Trump, dia itu mengerikan," katanya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement