REPUBLIKA.CO.ID, REPUBLIKA -- Sebagian orang mungkin menganggap Rasulullah SAW dan sahabatnya telah mengambil sikap hidup miskin dalam hidupnya. Padahal tidak demikian, karena beliau dan sahabatnya hanya hidup dalam kesederhanaan.
Rasulullah SAW bahkan berdoa, "Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kefakiran." Karena itu, umat Islam sejatinya dilarang untuk hidup miskin dan harus berjuang keras untuk hidup kaya dalam kesederhaan.
Salah satu tokoh Islam Indonesia, M. Quraish Shihab dalam bukunya Quraish Shihab Menjawab menjelaskan, Rasulullah SAW dalam hidupnya selalu mengambil sikap qana'ah, yakni berpuas hati dengan hasil usaha maksimal, kemudian menyumbangkan secara tulus sebagian dari hasil usaha itu karena merasa puas dengan apa yang telah dimiliki sebelumnya.
Seperti itulah sikap yang diambil Rasulullah SAW. Selain itu, tidak sedikit juga sahabat beliau yang mempunyai kelebihan dalam rezeki. Mereka bekerja sebagai pedagang atau petani dan mendapatkan kekayaan melimpah, tapi juga tetap hidup dalam keserhanaan.
Sikap inilah yang patut dicontoh umat Islam saat ini. Terutama umat Islam yang sedang menjabat sebagai pemimpin di lembaga negara, sehingga tidak terjerembab ke dalam lubang korupsi dan lainnya.




