Saturday, 17 Rabiul Akhir 1441 / 14 December 2019

Saturday, 17 Rabiul Akhir 1441 / 14 December 2019

GP Ansor Siap Jadi Pelopor Pencegahan Radikalisme

Sabtu 30 Jan 2016 06:29 WIB

Red: Damanhuri Zuhri

GP Ansor

GP Ansor

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sekretaris Jenderal Gerakan Pemuda (GP) Ansor, Adung Abdurrahman mengungkapkan, GP Ansor siap menjadi pelopor pencegahan propaganda paham radikalisme melalui dunia pendidikan, terutama usia dini.

GP Ansor akan berkoordinasi dengan lembaga terkait seperti Kemendikbud dan Kemenag untuk mencegah masuknya paham radikalisme melalui buku-buku pelajaran, terutama pada Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Taman Kanak-kanak (TK).

"Kita tidak boleh kecolongan lagi seperti kejadian di Depok beberapa hari lalu," ungkap Adung Abdurrahman di Jakarta, Jumat (29/1).

Beberapa hari lalu, GP Ansor menemukan buku-buku pelajaran untuk PAUD/TK yang disisipi paham radikalisme. Di dalam buku berjudul Anak Islam Suka Membaca itu terdapat 32 kalimat yang mengarahkan kepada tindakan radikalisme di antaranya sabotase, gelora hati ke Saudi, bom, sahid di medan jihad, hingga cari lokasi di Kota Bekasi.

Kemudian ada juga kalimat dan kata-kata yang mengandung radikalisme seperti rela mati bela agama, gegana ada di mana-mana, bila agama kita dihina kita tiada rela, basoka dibawa lari, selesai raih bantai kiai, dan kenapa fobia pada agama.

Ada lima jilid buku yang ditemukan. Buku-buku itu sudah dicetak sejak 1999 dan sudah mencapai cetakan ke-167. "Penyebaran buku itu sudah berlangsung lama sehingga dibutuhkan kerja sama dan ketelitian dalam melakukan pemantauan," kata Adung.

GP Ansor meminta seluruh kader untuk menjaga buku-buku pelajaran yang digunakan anak-anak di sekolah, terutama yang masih di PAUD. Selain itu juga memantau lingkungan sekitar dan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk mengontrol buku-buku yang digunakan di TK dan PAUD.

sumber : antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA