Rabu 13 Jan 2016 01:23 WIB

Korsel Bidik Pasar Halal Dunia

Rep: Retno Wulandari/ Red: Agung Sasongko
 Umat Muslim usai shalat berjamaah di Masjid Sentral Seoul, Distrik Itaewon, Seoul, Korea Selatan.
Foto: onislam.net
Umat Muslim usai shalat berjamaah di Masjid Sentral Seoul, Distrik Itaewon, Seoul, Korea Selatan.

REPUBLIKA.CO.ID, SEOUL -- Halal dan berkualitas. Dua kriteria ini menjadi pertimbangan umat Islam ketika memiliki produk makanan.

Data Kementerian Pertanian Korsel melaporkan, pengiriman produk makanan halal ke negara-negara Muslim yang tergabung dalam Gulf Cooperation Council (GCC) setiap tahunnya mengalami kenaikan 5,9 persen yaitu sebesar 339 juta dolar AS terhitung pada periode Januari hingga November. Tahun lalu, semua ekspor produk makanan halal menembus angka 860 juta dolar AS termasuk yang menuju GCC.

Sementara, catatan dari 2010 hingga 2014, persentase ekspor halal meningkat 69,3 persen. Selain GCC, negara-negara yang menjadi tujuan ekspor yaitu Indonesia, Malaysia, dan Iran.

Melihat potensi bisnis tersebut, Korea Selatan (Korsel), mulai membidik pasar umat Islam. Buktinya, jumlah produk makanan halal  Korsel yang diekspor ke negara-negara Muslim meningkat signifikan. Diperkirakan, jumlah permintaan produk makanan halal dari Korsel ini akan terus tumbuh seiring meningkatkanya populasi umat Islam.

"Produk halal sangat menjanjikan karena jumlah pasarnya serta fakta bahwa halal adalah pasar yang relatif belum dimanfaatkan oleh perusahaan dan para petani," kata seorang pejabat Kementerian Pertanian Korsel seperti dilansir halalfocus.net, Rabu (13/1)

Kementerian Pertanian Korsel berharap tahun 2017 ekspor produk makanan halal dapat mencapai 1,5 milyar dolar AS. Hingga saat ini, data menunjukkan beberapa produk seperti biji-bijian, ekstrak ginseng, kimchi, susu bubuk, mie san kopi instan mengalami peningkatan. Permintaan pun terus menunjukkan adanya indikator pertumbuhan.

Memanfaatkan peluang yang ada, perusahaan lokal kini mulai mengupayakan untuk mendapatkan sertifikat halal untuk produk-produknya terutama produk makanan. Mereka bahkan mulai membuka restoran yang menjual makanan yang dapat dikonsumsi oleh umat Islam.

Tak hanya fokus mengekspor produk makanan halal, pemerintah Korsel pun mulai memfasilitasi umat Muslim yang tinggal di negaranya agar dapat berkativitas dengan nyaman.  Terutama dalam hal menemukan makanan halal.

Muslim yang tinggal di Korsel, tampaknya tak perlu bersusah payah dalam memiliah makanan halal untuk dikonsumsi setiap harinya. Pasalnya, lembaga pangan Korea Selatan baru saja meluncurkan aplikasi smartphone yang memberitahukan secara rinci tentang restoran dan produk makanan halal yaitu 'Halal Korea'.

Menurut laporan kantor berita lokal Yonhap, Rabu (30/9) tahun lalu, kehadiran aplikasi ini diciptakan untuk menarik lebih banyak lagi wisata Muslim. Aplikasi 'Halal Korea' menyediakan berbagai informasi terkait bahan makanan halal di korean. Termasuk, menyediakan informasi lokasi supermarket dan restoran yang menyediakan menu-menu halal. Upaya-upaya ini dilakukan tak ayal untuk membidik pasar umat Muslim.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement