Rabu 23 Dec 2015 04:25 WIB

Jilbab tak Halangi Amaiya Zafar Menjadi Petinju Amatir

Rep: Amri Amrullah/ Red: Nidia Zuraya
Petinju remaja muslimah Amerika Serikat, Amaiya Zafar.
Foto: publicradio.org
Petinju remaja muslimah Amerika Serikat, Amaiya Zafar.

REPUBLIKA.CO.ID, MINNESOTA -- Seorang gadis muda berusia 15 tahun di Minnesota, Amaiya Zafar berusaha menggelluti olahraga yang ia senangi, menjadi profesi. Amaiya merupakan gadis berjilbab yang berusaha menjadi seorang petinju amatir, yang tidak lazim dilakukan gadis muda seumurannya. Sayangnya hal itu tidak mungkin karena aturan internasional melarang petinju menggunakan jilbab saat bertanding.

"Saya pikir aturan ini sudah tua. Saya pikir tidak ada sesuatu yang salah ketika saya meminta mereka merubah aturan ini," ujar Amaiya Zafar kepada Washington Post awal pekan lalu. Sang Ibu, Sarah O'Keefe Zahar percaya aturan itu memiliki konsekuensi yang tidak ia inginkan.

"Saya tidak habis pikir mereka bisa membeda-bedakan siapapun dalam bidang olahraga," katanya. Berbeda dengan kebanyakan gadis muda, Amaiya Zafar telah merasakan kecintaanya terhadap tinju sejak dua tahun lalu, ketika ia melihat ring di area pusat kebugaran di Minneapolis.

Sang ayah Mohammad menyarankan kepadanya agar mencoba arena ring itu, tapi tidak untuk menjadikannya profesi. Sang ayah berusaha menunjukkan pemahaman poin penting olahraga tinju dan mengenalkan menjadi petinju amatir, sebelum akhirnya ia mencoba terjun ke dalam ring.

Amaiya Zafar pun menunjukkan tekadnya tersebut dengan berdedikasi mengikuti latihan selama setahun. Latihan ini telah membentuk pribadi Amaiya dari gadis pemalu menjadi gadis yang penuh percaya diri.

"Semua anak laki-laki berkata 'saya hanya seorang gadis.' Saya tidak akan membiarkan anda meninju wajah saya dan mengalahkan saya," kata Amaiya Zahar. Setelah beberapa kali menerima latihan, akhirnya ia mendapatkan kesempatan di atas ring. "Sekarang mereka tim saya," katanya.

Amaiya Zafar telah mencurahkan hidupnya ingin menjadi petinju berjilbab. "Aku bukan pegulat dan juga bukan kick boxer. Petinju amatir tidak seperti tinju profesional," katanya. Dan atuan berjilbab bukanlah satu-satunya hamabtan Amaiya Zafar dalam meraih cita-citanya di ring tinju.

Atran tinju internasional menetapkan bahwa dia tidak dibolehkan menutup lengan  atau kaki dibawah lutut, sedangkan dia ingin memakai kemeja dan celana lengan panjang dengan rok atau celana pendek selutut. Organisasi Tinju AS telah meminta putusan dari organisasi tinju dunia untuk menunda aturan pelarangan tersebut, namun hingga kini belum mendapatkan jawaban.

Direktur Dewan Konsul Hubungan Amerika-Islam Minnesota, Jalani Hussein mengatakan banding organisasi tinju AS itu sudah benar. "Kita sedang mencari kesempatan agar gadis muslim ini mendapatkan kesempatan dan haknya melakukan apa yang ia senangi di bidang olahraga, layaknya semua gadis remaja di AS," katanya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement