Sabtu 12 Dec 2015 05:31 WIB

Dompet Dhuafa Turut Serta Festival Anti Korupsi

stan dompet dhuafa pada festival anti korupsi 2015
Foto: dok. dompet dhuafa
stan dompet dhuafa pada festival anti korupsi 2015

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia, Rabu (9/12), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar Festival Anti Korupsi 2015. Mengambil tempat di Sasana Budaya Ganesha, Bandung, festival yang digelar (10–11/12) tersebut mengusung kampanye Prung Hidup Jujur.

Prung adalah ajakan dalam Bahasa Sunda sebagai ikrar bersama dan semangat untuk memerangi korupsi melalui perbaikan diri.

Beragam perusahaan BUMN, organisasi sosial dan kemanusiaan, serta usaha kecil menengah turut meramaikan festival tersebut.

Dompet Dhuafa terpilih sebagai satu-satunya perwakilan lembaga kemanusiaan yang bergerak dalam pengelolaan dana zakat, infak, sedekah dan wakaf. Dompet Dhuafa membawa ajakan dari pilar pendidikan untuk memerangi dan memberantas korupsi.

“Ini menjadi sebuah penghargaan bagi Dompet Dhuafa mendapatkan undangan untuk bergabung dalam Festival Anti Korupsi 2015. Ajakan dan pembelajaran mengenai bahaya korupsi dapat disurakan bersama dalam kegiatan ini,'' ungkap Direktur Penggalangan dan Sumber Daya Dompet Dhuafa, Bambang Suherman, Kamis (10/12) di sela-sela pelaksanaan festival.

Bambang mengungkapkan, bersama KPK, Dompet Dhuafa merintis Pusat Belajar Anti Korupsi. Pusat Belajar Anti Korupsi (PBAK) merupakan sebuah gerakan anti korupsi yang diinisiasi Dompet Dhuafa bekerjasama KPK. Salah satu tugas PBAK yaitu sebagai pusat pendidikan, pelatihan dan pencegahan korupsi.

Hadirnya PBAK merupakan bentuk nyata dukungan Dompet Dhuafa terhadap gerakan pemberantasan korupsi di Indonesia. Bagaimanapun, korupsi adalah sesuatu yang akan menyengsarakan.

Dalam pembukaan festival tersebut, Presiden RI Joko Widodo memberikan sambutan melalui Menkopolhukam Luhut Panjaitan. “Korupsi adalah penjahat kemanusiaan yang terbukti membawa ketimpangan, ketidakadilan dan kemiskinan kehidupan masyarakat,'' jelasnya.

 

''Korupsi telah berkembang dan dilaksanakan secara sistematis maupun jaringan. Sehingga korupsi kini menjadi musuh bersama dan wajib kita perangi. Sistem dan tata kelola pemerintahan yang bersih perlu dibangun untuk memerangi korupsi,” ujarnya.

Kegiatan Festival Anti Korupsi 2015 digelar dengan melibatkan semua masyarakat termasuk anak didik sebagai generasi penerus bangsa, diharapkan dapat menjadi gerakan nyata memerangi korupsi.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement