Kamis 26 Nov 2015 08:01 WIB

Sawahlunto Canangkan Maghrib Berjamaah dan Yasin Bersama

Wali Kota Sawahlunto Ali Yusuf (tengah) bersama peneliti Indonesia Bermutu Zulfikri Anas (kedua dari kiri) dan Ketua Ikapi DKI  Jakarta Afrizal Sinaro (kedua dari kanan).
Foto: Dok IB
Wali Kota Sawahlunto Ali Yusuf (tengah) bersama peneliti Indonesia Bermutu Zulfikri Anas (kedua dari kiri) dan Ketua Ikapi DKI Jakarta Afrizal Sinaro (kedua dari kanan).

REPUBLIKA.CO.ID, SAWAHLUNTO --  Pemerintah Kota Sawalunto mempunyai program  menjadikan Sawahlunto sebagai kota Wisata Tambang yang Berbudaya.Hal itu  sebagai salah satu unggulan sumber pendapatan dan tulang punggung ekonomi masyarakat pada  masa datang.

Terkait hal tersebut, pemerintah Kota Sawahlunto mencanangkan berbagai kegiatan yang bertujuan untuk memperkuat kendali diri melalui berbagai kegiatan keagamaan.

“Kami mewajibkan kepada setiap kepala keluarga agar membiasakan  shalat Maghrib berjamah di rumah dan dilanjutkan dengan mengaji Alquran bersama-sama di setiap keluarga. Pada jam itu, TV dimatikan. Alhamdulillah sekarang sudah mulai jalan,” ujar Wali Kota Sawahlunto  Ali Yusuf.

Ali Yusuf mengemukakan hal tersebut pada  workshop yang bertema “Peningkatan Kompetensi Profesional Guru Dalam Mengimplementasikan Kurikulum” di Kota Sawalunto, Sabtu (14/11).

“Kita tidak ingin dipersalahkan oleh anak cucu kelak. Kita tahu bahwa wisata sangat rawan dirasuki oleh nilai-nilai budaya luar yang akan membuat norma keagamaan menjadi longgar. Kami tidak ingin hal terjadi di Sawahlunto. Untuk itu, program wisata ini juga harus dibarengi dengan penguatan dari segi spiritual”, tegas Ali Yusuf.

Untuk mendukung hal itu, Pemkot Sawalunto sudah melaksanakan gerakan “Yasin bersama” di semua dusun dan RT/RW. “Kita selama ini khawatir anak-anak dalam kota yang nota bene mudah terpengaruh oleh budaya luar, namun kita tidak kalah cemas melihat fenomena yang terjadi di kampung-kampung," ujar Ali Yusuf.

Ternyata, kata Wali Kota,  di kampung-kampung juga mulai longgar. aAnak-anak yang tidak bisa baca Alquran makin lama makin banyak. "Namun sejak program ini, keadaan mulai berubah. “Perlahan-lahan budaya agamis mulai tumbuh,” tegas Wali Kota Sawahlunto Ali Yusuf.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement