Kamis 19 Nov 2015 06:18 WIB

Begini Cara PMII Ingatkan Jokowi Tentang Pembangunan Wilayah Timur

Evaluasi Setahun Jokowi. Mahasiswa yang tergabung dalam PMII melakukan aksi unjuk rasa di depan Istana Merdeka, Jakarta, Senin (19/10).
Foto: Republika/ Wihdan
Evaluasi Setahun Jokowi. Mahasiswa yang tergabung dalam PMII melakukan aksi unjuk rasa di depan Istana Merdeka, Jakarta, Senin (19/10).

REPUBLIKA.CO.ID,AMBON -- Nuril Huda Suadi, seorang dari 13 tokoh pendiri Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) membuka musyawarah pimpinan nasional (Muspimnas) di Ambon, Provinsi Maluku, Rabu (18/11).

"Sejak 55 tahun lalu, kami mendirikan PMII di Kota Surabaya (Jatim) dan Bung Karno mengatakan, berikanlah saya  10 pemuda maka kita sanggup mengguncang dunia," katanya.

Kader PMII nasional yang akan hadir di antaranya Menteri Desa Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Marwan Jafar, Mensos Khofifah Indar Parawansa serta Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi.

Ketua Umum Pengurus Besar PMII Amirudin Maaruf mengatakan, pelaksanaan muspimnas di Ambon untuk menginisiasi kesadaran pemerintah untuk melakukan percepatan pembangunan nasional.

"Karena kita tahu salah satu visi dari Presiden Jokowi adalah bagaimana membangun Indonesia dari pinggiran, tetapi belakangan ini PMII menilai apa yang dilakukan itu belum terkoneksi dengan apa yang dicita-citakan," tegasnya.

Misalnya, program pembangunan di Pulau Jawa tetap menjadi sentral sementara daerah lain juga perlu mendapatkan perhatian serius, termasuk wilayah kawasan timur dan wilayah-wilayah perbatasan.

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement