REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Mariah Idrissi menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat Amerika. Ia menjadi model Muslim berhijab pertama merk dagang H&M.
"Saya terkejut, mereka benar-benar benar-benar tahu persis bagaimana saya harus berpakaian. Mereka mengerti itu harus sangat longgar, Mereka memberi berbagai pakaian yang berbeda. Aku agak mengisyaratkan apa yang saya sukai dan mereka semua terhormat," ujar Muslimah berusia 23 tahun ini kepada CNN dilansir dari OnIslam, Kamis (1/10).
Sebelumnya, temannya memberikan fotonya kepada agen pencari bakat. Setelah itu, Idrissi muncul dalam sebuah video berjudul "Close the Loop", yang merupakan salah satu produksi dari merek Swedia.
Meski menuai perdebatan akan kemunculannya dalam video tersebut, menurutnya dalam Islam tidak melarang seseorang untuk berpakaian lebih modern, asal tidak melakukan hal-hal yang dilarang. "Selama aku berpakaian dengan benar, menurut Islam, maka tidak ada masalah," ujarnya.
Menurutnya, justru dengan keikut sertaanya dalam model H&M menjadikan dirinya sebagai agen yang mempromosikan jilbab dengan cara yang baik.




