Senin 14 Sep 2015 18:29 WIB

BRISyariah Sasar Pembiayaan Umroh

Petugas menghitung uang nasabah di salah kantor Bank BRI Syariah, Jakarta, Kamis (20/8).
Foto: Republika/Agung Supriyanto
Petugas menghitung uang nasabah di salah kantor Bank BRI Syariah, Jakarta, Kamis (20/8).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- BRISyariah saat ini tengah fokus dalam memberikan layanan untuk umroh. Menurut Direktur Mikro dan Konsumer BRISyariah Pardiman hal ini dilakukan karena bank syariah saat ini tidak diberi kewenangan oleh Kementerian Agama untuk mengelola dana haji.

Pardiman mengatakan kefokusan BRI Syariah dalam layanan umroh salah satunya diwujudkan dalam pemberian fasilitas pembiayaan umroh.  "BRISyariah saat ini sedang betul-betul turun ke jamaah untuk ikut ambil bagian porsinya di BRISyariah," kata Pardiman, Senin (14/9).

Dengan pembiayaan umroh, BRI Syariah membantu calon jamaah yang memiliki keterbatasan dana untuk melaksanakan ibadah umroh. Dengan program ini pula calon jamaah bisa menunaikan ibadah umroh bersama maksimal 4 anggota keluarga yang lain tanpa perlu memikirkan keterbatasan dana.

Manager Business Partnership Departmnent BRI Syariah, Budiawan Hendiyana menjelaskan ada beberapa kebijakan yang harus dipenuhi calon jamaah yang ingin menggunakan BRI Syariah untuk pembiayaan. Para calon jamaah cukup membayarkan 10 persen dari total harga paket yang dipilih di biro perjalanan yang telah bekerjasama dengan BRI syariah.

Selanjutnya, pembayaran bisa dilakukan secara berangsur selama tiga tahun setiap bulannya setelah kepulangan dari Tanah Suci. Budiawan juga menjelaskan pembiayaan dengan BRI Syariah menggunakan sistem jaminan. Jaminannya bisa berupa tanah dan bangunan, BPKP mobil, emas perhiasan maupun deposito. Sementara, untuk program pembiayaan ini BRI Syariah baru sebatas menyasar kalangan dengan pemasukan tetap seperti pegawai negeri dan pegawai swasta.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement