REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Rukyatul Hilal yang dilakukan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Timur, memutuskan umur dzulqo'dah diijtima menjadi 30 hari.
Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, KH Sholeh Hayat, menerangkan rukyatul hilal untuk menentukan awal dzulhijjah 1436 H, dilaksanakan pada hari Ahad (13/9).
Untuk mengumpukan data-data dalam menentukan akhir dzulqo'dah, para ahli falaq atau hisab di Badan Hisab Rukyat Jawa Timur menggunakan sejumlah kitab sebagai rujukan.
Kiai Sholeh menjelaskan sejumlah kitab yang dijadikan rujukan diantaranya adalah Irsyadul Murid, Al Khilashoh Wafiah, Al Falaqiah, Durusul Falakiyah, Qowaidul Falakiyah, Bulugh Al Wathor, Tashilul Mitsal, Nurul Anwar, As Syahru, Ittifaq Dzatil Bain, Matlaus Said, Ad Durul Aniq, Duurul Mastkub dan Haqiqi. Hasil hitungan irtifak hilal tadi sore sendiri masih 0,15 sampai dengan 0,30 derajat.
"Hasil hitungan irtifak masih 0,15 sampai 0,30, bahkan ada yang masih 0 koma," jelas Kiai Sholeh.
Ia juga mengungkapkan perhitungan dengan sistem astronomi menggunakan sejumlah sistem modern, seperti ephemeris hisab rukyat, newcomb, jean meeus.
Kiai Sholeh menuturkan hasil hitungan hisab dengan sistem astronomi, masih 0,22 sampai dengan 0,28 derajat. Dari 18 sistem tersebut, lanjut Kiai Sholeh, ijtimak terjadi pada pukul 13.41 sampai dengan 13.44.
Kiai Sholeh menambahkan hasil hitungan juga menggunakan kitab Sullamun Nayyiren dan Rathurrouf Fil Mannan. Dan dari 20 sistem yang dipergunakan tersebut, tegas Kiai Sholeh, semua berkesimpulan umur dzulqo'dah diijtimakan menjadi 30 hari, dan tanggal satu dzulhijjah jatuh pada hari Selasa tanggal 15 September 2015.
"Bila ini yang terjadi Hari Raya Idul Adha akan terlaksana hari Kamis 24 September," katanya.




