REPUBLIKA.CO.ID,SOLO -- Dalam kunjungannya ke Pondok Pesantren Modern Islam Assalaam (PPMIA) Sukoharjo, Surakarta, Jawa Tengah, Sabtu (8/8) kemarin, Wapres Jusuf Kalla berkisah jika dirinya pernah diomeli pelayan sebuah restoran di Eropa kala dirinya berkunjung ke benua tersebut.
“Saat itu bulan Ramadhan, dimana umat Islam melaksanakan ibadah puasa. Karena perjalanan jauh dari Indonesia ke Eropa, saya menganggap sebagai musafir (yang punya keringanan boleh tidak berpuasa dan diganti di hari lain),” ujar Wapres JK dilansir dari situs dmi.or.id, Senin (10/8).
Karena tidak berpuasa, lanjut JK, dirinya mencoba memesan makanan kepada seorang pelayan sebuah restoran. Awalnya, pelayan itu menanyakan asal negara JK dan agama yang dianutnya.
JK membalas pertanyaan itu dengan menyebut dirinya berasal dari Indonesia dan beragama Islam. Tidak lupa, JK mengatakan dirinya adalah seorang musafir.
“Tiba-tiba pelayan itu bertanya apakah Anda menggunakan pesawat terbang? Kenapa Anda ingin berbuka puasa padahal Anda hanya duduk di pesawat dan tidak melakukan apa-apa,” jawab pelayan itu.
Seketika itu JK tersadar bahwa dirinya tidak boleh berbuka puasa. Ilmu pengetahuan telah membuat manusia menjadi lebih mudah bekerja dan tentunya hal itu berbeda dengan zaman Nabi Muhammad SAW dahulu.
“Naik unta sejauh 80 kilometer tentu berbeda dengan naik kendaraan. Masa, naik kendaraan mau jadi musafir juga,” terangnya.
JK yang menuturkan kisah tersebut, membuat hadirin tertawa. Menurut JK, teknologi juga memudahkan masyarakat untuk beramal. Seperti soal pembayaran zakat lewat handphone atau pembayaran lainnya.




