Kamis 06 Aug 2015 18:59 WIB
Muktamar NU

Kiai Ma'ruf: Gerakan Perubahan Justru Dimulai dari Pemuda

Rep: c 25/ Red: Indah Wulandari
Wakil Rais Aam terpilih KH Maruf Amin (kanan) didampingi Ketua Panitia Daerah Muktamar NU ke-33 Saifullah Yusuf (kiri) menandatangani sebuah dokumen seusai sidang pemilihan Rais Aam PBNU 2015-2020 pada Muktamar NU ke-33 di Jombang, Jawa Timur, Rabu (5/8).
Foto: ANTARA FOTO/Zabur Karuru/
Wakil Rais Aam terpilih KH Maruf Amin (kanan) didampingi Ketua Panitia Daerah Muktamar NU ke-33 Saifullah Yusuf (kiri) menandatangani sebuah dokumen seusai sidang pemilihan Rais Aam PBNU 2015-2020 pada Muktamar NU ke-33 di Jombang, Jawa Timur, Rabu (5/8).

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Rais Aam terpilih Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Ma'ruf Amin menilik pentingnya  pembinaan pemuda dalam menjaga kerukunan antarumat beragama.

"Pembinaan pemuda justru penting karena gerakan perubahan biasanya justru dimulai dari pemuda," kata dia, Kamis (6/8).

Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia ini  menuturkan, kalau dalam menjaga kerukunan bangsa memang diperlukan cukup banyak langkah dan aspek yang harus dilakukan oleh semua pihak.

Ma'ruf menuturkan, kalau alasannya menekankan pembinaan kepada kalangan pemuda menjadi salah satu aspek yang penting. Lantaran pemuda merupakan aspek yang paling mudah terpancing akan suatu gejolak atau peristiwa yang terjadi. Maka itu, ia menilai jika pembinaan, termasuk pemahaman agama, justru harus dilakukan kepada kalangan pemuda.

Pembinaan di kalangan pemuda juga dianggap sangat penting dan harus dilakukan, untuk menghindari munculnya kelompok-kelompok ekstrem, seperti yang sedang marak terjadi di dunia internasional.

Sekalipun orang-orang yang dari luar tersebut akan masuk, Ma'ruf menegaskan kalau mereka harus mengubah watak dan perilakunya, agar tidak membawa kebiasaan yang lama tersebut.  Sehingga, ia menilai, hal terpenting yang harus dilakukan kepada kalangan muda selain pembinaan adalah sosialisasi tentang baik buruknya sebuah gerakan atau bahkan ajaran.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement