REPUBLIKA.CO.ID, DEPOK -- Universitas Indonesia berkesempatan melaksanakan Musabaqah Tilawatil Quran Mahasiswa tingkat nasional (MTQMN) ke 14 mulai 1-8 Agustus 2015. Salah satu peserta dari Aceh, Haris Zulfahmi, menjadikan ajang tersebut sebagai ajang uji coba kemampuan.
Zulfahmi yang berasal dari Universitas Malikussaleh (UMIMA) menjelaskan keikutsertaannya di ajang MTQMN itu sebagai salah satu upaya menempa diri. Ia berencana mengikuti MTQ tingkat provinsi di Aceh 17 Agustus mendatang.
"Iya saya ikut acara ini, soalnya insya Allah nanti mau ikut lomba lagi di Aceh, saya juga ingin melatih mental," ujar Zulfahmi saat ditemui Republika, Ahad (1/8).
Pria berusia 20 tahun itu mengaku sudah belajar menjadi qori sejak berusia tujuh tahun. Ia menceritakan selama latihan menjadi qori perlu selalu bangun ketika subuh.
Menurut Zulfahmi, tak perlu waktu cukup banyak untuk latihan per harinya. "Selama ini, saya latihan dua sesi, satu jam per sesinya setiap hari," tuturnya menerangkan.
Guna menjadi qori yang hebat, kata dia, pertama kali perlu melatih suara. Setelah menguasai suara yang bagus, maka kemampuan tajwid harus ditingkatkan. "Pertama kali, seorang qori harus punya suara yang bagus, kalau tajwidnya bisa dipelajari setelahnya," jelasnya menambahkan.




