Selasa 14 Jul 2015 14:13 WIB

Banyuwangi Beri Insentif Rp 8,5 Miliar untuk Guru Ngaji

Bupati Banyuwangi secara simbolis memberikan insentif untuk guru ngaji di Banyuwangi.
Foto: dok Humas Banyuwangi
Bupati Banyuwangi secara simbolis memberikan insentif untuk guru ngaji di Banyuwangi.

REPUBLIKA.CO.ID, BANYUWANGI –- Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, kembali mengucurkan dana insentif untuk para guru mengaji. Tahun ini, kabupaten di ujung timur Pulau Jawa itu mengalokasikan dana Rp 8,5 miliar untuk insentif bagi guru mengaji yang mengajar hingga ke kampung-kampung.

Insentif tersebut disalurkan melalui Yayasan Pendidikan Muslimat Nahdlatul Ulama Nabawi dan Lembaga Pembinaan dan Pengembangan TK Al Quran (LPPTKA) Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) setempat. Total ada 17 ribu guru ngaji yang mendapatkan insentif.

Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas mengatakan, pemberian insentif ke guru ngaji merupakan program rutin yang telah dilaksanakan sejak beberapa tahun terakhir. Insentif ini diharapkan bisa ikut menyemangati para guru mengaji yang mengabdi hingga ke kampung-kampung.

”Mohon jangan dilihat jumlahnya, karena mungkin nilainya minim. Ini sebagai bentuk sambung rasa pemerintah daerah dengan guru ngaji yang telah banyak mendidik anak-anak. Program ini sudah kami selenggarakan setiap tahun sejak 2011 dan ke depan kami akan terus tingkatkan nilainya,” ujar Anas saat bersilaturahim dengan para guru ngaji.

Menurut Anas, guru mengaji mempunyai peran strategis sebagai pendidik anak di bidang agama. Di antaranya adalah menanamkan nilai agama yang toleran sejak dini. ”Ustaz dan ustazah menjadi pintu masuk bagi internalisasi ajaran-ajaran agama ke anak-anak. Beliau-beliau itu bisa menanamkan nilai-nilai Islam yang ramah dan menghargai perbedaan,” ujar Anas dalam siaran persnya kepada ROL, Selasa (14/7).

Selain itu, tambah Anas, guru mengaji bisa menanamkan spirit belajar giat dan bekerja keras kepada anak-anak sejak dini. Para guru mengaji bisa menyemangati anak-anak di kampung-kampung untuk giat menuntut ilmu. Apalagi, Pemkab Banyuwangi sejak 2011 juga mempunyai program beasiswa Banyuwangi Cerdas yang memfasilitasi anak muda untuk berkuliah di berbagai perguruan tinggi negeri hingga selesai.

”Kami berharap guru mengaji juga menjadi pintu sosialisasi program-program pemerintah daerah, terutama yang berkaitan dengan pendidikan. Anak-anak disemangati untuk menuntut ilmu, apalagi sudah ada beasiswa Banyuwangi Cerdas,” jelas Anas.

Sementara itu, salah seorang guru ngaji di TPQ Kedayunan, Fitriani, mengapresiasi kebijakan pemberian dana insentif tersebut. Fitriani yang baru setahun menjadi guru TPQ itu berharap ke depan Pemkab Banyuwangi terus meningkatkan kemitraan dengan guru mengaji.

"Semoga ke depan pendidikan anak-anak, terutama untuk pendidikan agama, bisa semakin berkembang. Kami sebagai guru ngaji berkomitmen untuk terus mendidik dengan baik," ujarnya

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement